Selasa02122013

Last update12:00:00 AM

Back Batam FOK Kepri Terbangkan 5.000 Lampion Pada Perayaan Imlek 2564

FOK Kepri Terbangkan 5.000 Lampion Pada Perayaan Imlek 2564

BATAM CENTRE (HK) - Forum Komunikasi Kepemudaan (FOK) Kepri bersama sejumlah warga Batam menerbangkan sedikitnya 5.000 lampion di pelataran parkir Kepri Mal saat perayaan tahun baru Imlek 2564, Sabtu (9/2) malam. Kegiatan itu terlaksana berkat kerjasama FOK Kepri dengan harian pagi Haluan Kepri dan Kepri Mal.

Hadir dalam acara itu, Ketua DPW FOK Kepri Andi Kusuma, Ketua DPP FOK Pusat Edy Pasetyo, Wakil Pemimpin Umum Haluan Kepri Sofialdi, Pimpinan Redaksi Haluan Kepri Rinaldi Samjaya, Kapolresta Barelang Kombes Karyoto, General Manager Kepri Mall Mulyadi Tan, Ketua FOK di sejumlah kabupaten dan kota serta para muspida Batam.

Acara yang baru pertama kali digelar itu mendapat sambutan antusias pengunjung mal. Mereka tampak ikut keluar mal saat panitia mengarahkan peserta dan undangan menuju pelataran parkir.

Dalam acara tersebut, panitia memberikan secara cuma-cuma lampion yang terbuat dari bahan kertas itu ke sejumlah hadirin dan pengunjung Kepri Mal. Lampion yang sebelumnya dalam keadaan terlipat itu, dibuka hingga berbentuk sebuah lampion. Kemudian, lilin sebagai bahan bakar dipasang di sebuah kawat yang memang sudah tersedia.

Setelah terpasang di bawah lampion, lilin pun dibakar hingga apinya membesar. Saat api membesar, perlahan-lahan lampion naik ke udara. Untuk mendapatkan hasil maksimal saat menerbangkan lampion diperlukan satu orang untuk membakar lilin yang sudah dipasang.

Wakil Pimpinan Umum Haluan Kepri Sofialdi saat memberikan sambutannya mengatakan acara lampion terbang yang baru pertama kali digelar ini selain membuat perayaan Imlek menjadi semarak, juga bisa menyatukan warga Batam dari berbagai etnis dan agama.

" Saya mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada warga Tionghoa yang merayakannya. Dengan adanya kegiatan ini warga Batam bisa semakin kompak satu sama lain tanpa memandang suku, agama dan ras, "ucap Sofialdi.

Kapolresta Barelang Kombes Karyoto menambahkan perayaan tahun baru Imlek, bisa memberikan persatuan dan kesatuan di negara Indonesia. Kata dia, jangan ada lagi perbedaan, baik suku maupun agama di kota Batam.

"Saya berharap di daerah ini, bisa terjalin persatuan dan kesatuan. Tidak ada lagi perbedaan, baik suku maupun agama. Sehingga suasana Kota Batam bisa lebik kondusif kedepan, "ungkap Karyoto.

Dirayakan Multi Etnis

Pada malam yang sama, perayaan Imlek juga digelar di komplek Bumi Indah Nagoya. Imlek kali ini dirayakan dengan penuh sukacita, tidak hanya oleh warga keturunan Tionghoa tapi juga warga dari berbagai etnis.

Ribuan warga tumpah ruah di sentral bisnis Batam tersebut. Banyak mereka yang sengaja berdiri hanya untuk melihat pementasan seni, dengan busana khas warga Tionhoa. Sementara itu, saat pesta kembang api dinyalakan, banyak dari warga yang mengabadikan momet tersebut dengan kamera ponsel berdurasi sekitar 10 menit.

Selama kegiatan berlangsung arus lalu lintas di persimpangan empat Nagoya terpaksa dialihkan. Berbagai hiburan dan atraksi budaya Tionghoa ditempilkan untuk memeriahkan malam pergantian tahun baru Imlek 2564.

Tampak hadir di acara tersebut Wakil Gubernur Kepri HM Soerya Respationo, para pimpinan SKPD Pemprov Kepri, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Muspida dan Kapolda Kepri Brigjen Yotje Mende.

" Di tahun baru ini, tentu harapanya masyarakat Tionghoa dapat terus lebih berperan dalam memajukan Kepri dan Batam. Dengan meningkatkan kebersamaan antar suku di Batam agar semua kesulitan bisa dilewati untuk maju bersam-sama,"jelas Soerya, dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Batam dan Kepri.

Sebab, lanjut Soeryo, kemajuan yang diperoleh merupakan kerjasama semua pihak, termasuk peran masyarakat Tionghoa. Dengan hidup damai, tentu menjadikan daerah Kepri dapat jauh lebih dipandang, mengingat Kepri merupakan etalase masyarakat Indonesia yang maju dan damai dalam kebersamaan.

Ahmad Dahlan mengaku sangat senang, karena setiap perayaan, baik Idul Fitri, Natal, Imlek dan perayaan agama lainya dapat berjalan lancar.

"Di Batam semua budaya berkembang, selama positif akan menjadi share bagian budaya nasional. Tidak ada hambatan, budaya Batak, Bugis, Minang, Melayu dan lainya silakan berkembang," kata Dahlan.

Ketua PSMTI Kepri, Edi Husi mengucapkan terimaksih atas perhatian seluruh Pemimpin Daerah Kepri dan Batam terhadap masyarakat Tionghoa.

"Perayaan malam pergantian tahun ini akan sukses tanpa bantuan seluruh Pemimpin Daerah dan seluruh masyarakat Batam," singkat Edi. (mnb/byu)

Share

Newer news items:
Older news items: