Peristiwa penganiyaan itu terjadi, Sabtu (9/2) malam lalu. Yosep Purap mengaku, karburator sepeda motor miliknya yang dijaminkan Agung sudah tidak ada lagi. Padahal sebelumnya, karburator motor saat dijaminkan masih ada, ketika Agung pinjam uang milik Yosep Rp 50 ribu.
Karena tidak ketemu Karburatornya, Yosep pun langsung mendatangi Agung dan langsung menanyakan barang yang dijaminkan itu. Agung pun saat itu mengaku kalau dia mengambil kembali karburator miliknya itu dari rumahnya tanpa sepengetahuan Yosep.
"Seharusnya dia (Agung) beritahu saya lah. Namun malah bilang, ini barangku, kalau aku ambil kamu mau apa,"ungkap Yosep menirukan ucapan Agung saat itu.
Mendengar ucapan Agung seperti itu, Yosep pun naik pitam. Sehingga terjadi lah perkelahian. Yosep mengaku penganiyaan itu bukan dirinya yang memulai. Bahkan Yosep mengaku tangan sebelah kirinya sempat digigit Agung.
"Ini bekas gigitan Agung. Tapi malah saya dilaporkan ke polisi, Saya bingung bang. Penampilan rambut saya memang aneh pak seperti Avatar, tapi bukan saya yang memukul duluan melainkan Agung yang duluan pukul saya,"katanya membela diri.
Sementara, Agung Suprotomo sendiri membantah kalau karburator motornya itu dijaminkan karena meminjam uang Rp 50 ribu. Dia sendiri hanya menitipkan saja karburator motor ke tempat Yosep.
"Karburator motor itu mau saya pakai, jadi saya ambil dari rumahnya. Waktu itu tidak ada Yosep, karena butuh saya ambil saja tanpa beritahu dia (Yosep red). Masa wajah saya babak belur gini, masih dituduh memukul duluan," terang dia.
Pihak kepolisian Polsek Sagulung yang menerima laporan tersebut, awalnya sedikit ada kesulitan untuk mengamankan Yosep Purap. Sebab, yang bersangkutan langsung lari dan sembunyi, bahkan saat mau diamankan Yosep Purap sempat melawan kepada anggota polisi saat itu. Meski melakukan perlawanan, polisi langsung membekuknya. (cw71)
- Imlek, Omset Naik 100 Persen
- 100 PNS Batam Ikuti Diklat
- Masuk Rumah Warga, Pemabuk Tewas
- Sky Buka Rute Pekanbaru-Medan
- Kejari Batam Didesak Tuntaskan Kasus Bansos
- Siswa SMA 14 Batam Mogok Belajar
- Dugaan Oknum Komisi IV DPRD Batam Terima Fee Proyek Alkes
- BP Batam Tegur Pemilik Lahan Tidur
- Dewan Batam Kembali Hearing Kasus Bumi Asih
- 14 Warga Batam Menderita Kaki Gajah
- Goodway Batam Tinjau Ulang Rencana PHK
- Pasien SKTM Keluhkan Layanan Puskesmas Batuaji, Batam
- Pelsus Harbour Bay Batam Dilaporkan ke KPK
- PK5 Batam Ditata Ulang
- Penumpang Batavia Tujuan Batam-Jakarta Dialihkan ke Citilink
- Peremajaan Taksi di Batam Berakhir September 2013
- DAS Jalan Laksamana Bintan, Kota Batam Disulap Jadi Lahan Parkir
- Pesta 5.000 Lampion Terbang Siap Digelar di Batam
- 20,5 Persen Bayi di Batam Tak Miliki Akta Lahir
- Goodway Batam PHK Sepihak Karyawannya
