Koordinator LSM Kami Rakyat Anti Narkotika (KRAN) Kota Batam, Elyas Langodai menyatakan siap membantu aparat penegak hukum, seperti pihak kepolisian, Bea dan Cukai serta lainnya, untuk melakukan pemberantasan narkoba.
Elyas mengatakan, secara geografis Batam memang wilayah yang sangat strategis bagi para penyelundup untuk memasukkan narkoba. Bahkan berdasarkan data, Batam merupakan salah satu pintu utama memasukkan narkoba melalui laut dan untuk dipasarkan di daerah lain yang ada di Indonesia.
Pengedaran narkoba di Batam, lanjut Elyas, saat ini sudah sangat membahayakan. Bila dalam bahasa medisnya, sudah masuk stadium empat. Tidak dipungkiri lagi bahwa, masuknya narkoba di Indonesia terutama di Batam, tidak hanya melibatkan orang-orang tertentu. Tapi justru melibatkan semua kalangan. Termasuk aparat penegak hukum itu sendiri, yang tadinya harus melakukan pengawasan dan penindakan justru ikut aktiv di dalamnya.
"Kita sepakat menyatakan bahwa, narkoba diharamkan untuk masuk ke Batam. Selain merusakan kesehatan, narkoba lambat laun bahkan telah merusak mental para anak-anak yang merupakan penerus bangsa ini. Tentu sangat disayangkan, apabila pihak-pihak terkait justru berdiam diri terhadap persoalan ini," tegas Elyas, Minggu (10/2).
Pihaknya mendesak baik pihak kepolisian, Bea dan Cukai, Badan Narkotika Provinsi (BNP), Badan Narkotika Kota (BNK) untuk meningkatkan pengawasan maupun penindakan tegas, terhadap pelaku utama yang memasukkan barang haram tersebut.
"Kita dari LSM KRAN siap membantu aparat terkait untuk melakukan pemberantasan perderan narkoba. Baik itu di pelabuhan, maupun di diskotik-diskotik yang selama ini melakukan transaksi secara bebas. Siapapun akan kita lawan. Karena tujuan kami hanya semata-mata untuk menyelamatkan masa depan anak-anak," tegas Elyas.
Bahkan berdasarkan data yang di ungkap di Metro TV (sabtu, 28 Januari 2012) Indonesia berada di peringkat ke 3 pasar narkoba dunia. Mulai dari keterlibatan oknum yang seharusnya mengawasi dan atau mencegah masuknya barang haram ini, jalur-jalur perbatasan seperti Nunukan dan Entikong, jalur laut melalui Batam dan Aceh. tentunya selain jalur penerbangan di pagi hari yang masing “lengang” pengawasannya.
Kabag Humas Polda Kepri, AKPB Hartono mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan langkah-langkah yang akan dilakukan LSM KRAN tersebut. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian. Tapi peran serta masyarakat terutama LSM yang konsen tentang pemberantasan narkoba, sangat diharapkan.
"Mari kita sama-sama melakukan pemberantasan narkoba. Karena tanpa itu, polisi tidak akan mampu melakukannya," himbuh Hartono belum lama ini. (lim)
- Imlek, Omset Naik 100 Persen
- 100 PNS Batam Ikuti Diklat
- Masuk Rumah Warga, Pemabuk Tewas
- Sky Buka Rute Pekanbaru-Medan
- Kejari Batam Didesak Tuntaskan Kasus Bansos
- Siswa SMA 14 Batam Mogok Belajar
- Dugaan Oknum Komisi IV DPRD Batam Terima Fee Proyek Alkes
- BP Batam Tegur Pemilik Lahan Tidur
- Dewan Batam Kembali Hearing Kasus Bumi Asih
- 14 Warga Batam Menderita Kaki Gajah
- Goodway Batam Tinjau Ulang Rencana PHK
- Pasien SKTM Keluhkan Layanan Puskesmas Batuaji, Batam
- Pelsus Harbour Bay Batam Dilaporkan ke KPK
- PK5 Batam Ditata Ulang
- Penumpang Batavia Tujuan Batam-Jakarta Dialihkan ke Citilink
- Peremajaan Taksi di Batam Berakhir September 2013
- DAS Jalan Laksamana Bintan, Kota Batam Disulap Jadi Lahan Parkir
- Pesta 5.000 Lampion Terbang Siap Digelar di Batam
- 20,5 Persen Bayi di Batam Tak Miliki Akta Lahir
- Goodway Batam PHK Sepihak Karyawannya
