Jumat03012013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Imlek, Omset Naik 100 Persen

Imlek, Omset Naik 100 Persen

BATAM (HK) - Perayaan Imlek membuat sebagian besar toko milik warga keturunan Tionghoa di Batam tutup. Kondisi ini mendatangkan untung besar bagi pemilik toko yang tetap beroperasi, bahkan omset penjualan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Seperti disampaikan Andi, pemilik toko bahan-bahan bangunan di Kawasan Pertokoan Centre Point, Nagoya-Batam, Senin (11/2).

"Penjualan meningkat dari biasanya, karena sangat jarang toko yang masih buka," ujar Andi sembari mengatakan sebagian besar pemilik toko di kawasan tersebut merupakan keturunan Tionghoa, dan saat ini sedang merayakan tahun baru Imlek.

Dikatakan Andi, toko-toko di kawasan tersebut mulai tutup sejak tiga haris sebelum Imlek. Diperkirakan hingga dua hari ke depan masih banyak yang menutup tokonya. "Memang masih banyak yang tutup, sudah tiga hari yang lalu, karena masih banyak yang merayakan Imlek. Kondisi ini diperkirakan sampai dua hari ke depan. Untungnya bagi saya, banyak yang berbelanja di sini, omset naik dua kali dari biasa," ujar Andi.

Selain toko Andi, ruko milik Supardi yang menjual berbagai kebutuhan pokok di kawasan Tos 3.000 Jodoh juga mengalami peningkatan omset dibandingkan biasanya.

"Meningkat dibandingkan hari biasa, karena tidak banyak yang berjualan, masih Imlek," ujar Supardi di sela-sela kesibukannya.

Supardi menambahkan, karena Imlek, banyak distributor tutup, akibatnya harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Seperti telur, beras dan lainnya.

"Telur naik sejak dua hari lalu, Rp37 ribu per papan. Mungkin dalam beberapa hari ke depan sudah turun lagi, karena distributor juga akan beroperasi seperti biasa," ujarnya.

Di beberapa toko terpajang pengumuman toko akan beroperasi Selasa (12/2) atau Rabu (13/2). Namun lebih banyak yang tidak memajang pengumuman.

Komplek Batama, Nagoya juga tampak pemandangan yang sama. Hampir semua toko tutup, mulai dari toko fashion hingga toko elektronik. Di hari biasa, banyak warga berlalu lalang masuk dari satu toko ke toko yang lainnya untuk berbelanja. Namun, pemandangan Senin (11/2), suasana cukup lengang dari aktifitas pejalan kaki yang berbelanja, kecuali lalu lalang mobil di kawasan tersebut. Di beberapa toko tampak bekas pembakaran kertas doa.

Joko, ditemui sesaat setelah keluar dari tokonya mengatakan ia datang ke toko untuk mencek kondisi toko. Meskipun tidak berjualan, menurut Joko, dia harus tetap memantau toko agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami masih Hari Raya Imlek, Rabu baru buka lagi," ujar Joko. (abk)

Share

Related news items:
Newer news items:
Older news items: