Senin02182013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Flu Burung Serang Batam, Unggas Dilokalisir dan Dimusnahkan

Flu Burung Serang Batam, Unggas Dilokalisir dan Dimusnahkan

BATAM (HK)-- Mengurangi penyebaran virus avian influenza (AI) atau flu burung, Pemko Batam melakukan pemusnahan unggas dan melokalisir kawasan yang terkena flu burung untuk mempermudah penanganan.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Hang Nadim Batam, kemarin.

Pernyataan walikota ini terkait 2.270 ayam milik tiga Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kelurahan Air Raja, Kecamatan Nongsa dan Tanjungriau mati mendadak dalam sebulan terakhir akibat flu burung.

"Unggas yang memiliki tanda-tanda penularan langsung dimusnahkan. Bahkan, kawasan yang sudah terindikasi flu burung dilokalisir untuk mempermudah penanganan. Pemko juga menurunkan tim untuk memotong penyebaran virus tersebut. Jadi tak perlu cemas lagi, warga kami harapkan tenang untuk menghadapi penyebaran flu burung," imbau Dahlan.

Ia mengatakan dua kelurahan Air Raja, Kecamatan Nongsa dan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang sudah dilokalisir. Unggas yang ada di pemukiman warga lagsung ditangani dengan cara penyemprotan. Pihaknya juga akan langsung bergerak cepat ketika ada laporan dari warga di luar dua kecamatan itu ketika ada unggas yang mendadak mati.

"Saat ini masih dua tempat, tapi kita sudah lakukan antisipasi cepat," ujarnya.

Menurutnya, sesuai standar internasional tentang penanganan flu burung, bila jumlah yang terjangkit sudah mencapai seribu ekor, maka harus dilakukan penanganan cepat oleh pemerintah setempat.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Suhartini mengatakan ayam-ayam yang terkena firus itu akan dimusnahkan paling lambat minggu depan. Ini sesuai dengan aturan Dirjend Peternakan RI 2009. Dalam aturan itu disebutkan unggas yang positif Avian Influenza di suatu wilayah harus dilakukan depopulasi selektif atau pemusnahan. Begitu juga unggas yang berada diradius satu kilometer dari lokasi pun dimusnahkan.

"Perlu diketahui kematian unggas di atas 1.000 ekor, sudah merupakan wabah. Jadi mau tak mau harus dimusnahkan,"jelasnnya.

Ia kembali berharap kepada peternak agar mematuhi langkah-langkah pencegahan, jangan sampai menular ke manusia. Makanya, dengan kondisi ini, masyarakat diminta memelihara sanitasi lingkungan dan kandang.

"Kejadian ini baru terjadi lagi. Sebelumnya kejadian yang sama pada 2010 lalu," katanya.

Disinggugn unggas yang didatangkan dari luar, ia meminta pihak Karantina melakukan pengawasan. Sebab, saat ini penanganan flu burung, sudah diserahkan ke daerah sejak 2011 lalu, bukan pemerintah pusat lagi.

"Tapi jangan panik, karena kita pernah melakukan kebersihan atau hal yang serupa. Makanya, peternak jangan sampai menjual ayam sakit ke orang lain atau ke pasar karena itu akan memperluas penyebarannya. Sementara untuk gejala pada manusia, penangananya diserahkan ke Dinas Kesehatan," tutur Suhartini.

Siapkan Ruang Khusus

Pemerintah Kota (Pemko) Batam bekerjasama dengan BP Batam menyiapkan ruang khusus perawatan di Rumah Sakit Otorota batam (RSOB) bagi masyarakat yang terkena flu burung.

"Kita juga udah siapkan ruangan khusus di RSOB bagi masyarakat yang terserang flu burung," ujar Walikota Batam, Ahmad Dahlan.

Meski saat ini belum ada masyarakat yang terjangkit flu burung, lanjut mantan Humas Otorita Batam ini, penyedian ruangan khusus ini penting sebagai persiapan jika sewaktu-waktu ada warga yang terjangkit.

Dengan adanya ruang khusus tersebut, Dahlan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala flu burung segera memeriksakan diri.

"Kalau ada gejala flu burung, silahkan langsung datang melakukan pemeriksaan kesehatan karena semuanya gratis," katanya.

Ada pun gejala manusia yang menderita flu burung antara lain batuk, sesak nafas, suhu badan mencapai 40 derajat celcius, sakit tenggorokan, dan ada riwayat kontak dengan unggas positif flu burung. (ays)

Share

Related news items:
Newer news items:
Older news items: