SAGULUNG (HK) - Kapolsek Sagulung AKP Eddy Buce mengakui pembalakan liar (ilegal logging) yang diduga dilakukan para cukong kayu marak di Batuaji dan Sagulung. Ia mengatakan para cukong kayu tersebut merupakan pemain-pemain lama yang dibekingi oleh oknum TNI.
" Memang di daerah saya ada pembalakan liar. Tapi bagaimana kita menindaklanjuti kasus tersebut, karena yang membekingi oknum TNI semua. Jadi, maksud saya jangan hanya saya yang dipojokkan, semua harus bekerja sama," kata ujar AKP Eddy Buce yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/2).
Eddy mengatakan, sebenarnya bukan dirinya tidak mau menindaklanjuti kasus pembalakan liar itu. Hanya saja, ia tidak ingin antara anak buahnya dan oknum TNI tersebut terlibat bentrok di lapangan. Karena, hampir semua pemain kayu di daerah ini dibekingi oleh oknum TNI.
" Mungkin teman-teman (wartawan) di lapangan sudah tahu aksi pembalakan liar itu dan juga sudah tahu siapa saja yang menjadi pemainnya. Walaupun pemainnya orang sipil atau wiraswasta, tapi yang lebih parah, kegiatan tersebut dibekingi oknum TNI,"kata Kapolsek menjelaskan.
Ia yakin bentrok tak terhindarkan, jika polisi tetap ngotot mengusut kasus pembalakan liar tersebut. Karena itu, ia mengimbau seluruh aparat keamanan agar saling memahami tugas dan peran masing-masing.
" Saya harap saling memahami tugas masing-masing lah, jangan asal memojokkan wilayah hukum kepolisian, sedangkan yang bermain oknum aparat TNI sendiri. Kemudian kepada teman-teman wartawan di lapangan tolong mengerti posisi saya," ujar Eddy.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pembalakan liar (illegal logging) marak di Batuaji dan Sagulung. Setiap hari puluhan ton kayu tanpa dilengkapi dokumen masuk ke daerah ini melalui Jembatan IV Barelang.
Setibanya di pelabuhan, kayu-kayu yang sudah berbentuk balok itu dimasukkan ke dalam truk dan dibawa ke gudang penampungan. Kejadian ini sudah berlangsung lama, namun hingga kini tidak ada tindakan tegas dari aparat hukum setempat. (cw71)
Share
Kapolsek Akui Illegal Logging Marak di Batuaji, Batam
- Jumat, 15 February 2013 00:00




