Kepala Dinas KP2K Suhartini mengatakan, apabila bantuan tersebut diberikan, maka sudah ada 74 KUB yang mendapat bantuan dari 200 KUB lebih di Kota Batam sejak dua tahun lalu. Rinciannya, 40 KUB pada 2012 dan 5 KUB pada 2011 dengan nilai yang sama. Pemberian ini diberikan secara cuma-cuma, namun tetap ada evaluasi dari pemerintah. Sebab itu merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khusus para nelayan.
" Setiap KUB mendapat Rp100 juta. Tahun ini ada 29 KUB yang dibantu dan tersebar di seluruh Batam. Kalau tahun lalu, KUB yang dibantu sebanyak 40. Tapi, jumlahnya sama gak ada penurunan," kata Suhartini, kemarin.
Para KUB tersebut, lanjut dia, akan diberikan kepada para nelayan tangkap dan pembudidaya. Namun, untuk nelayan budidaya lele, seperti tahun sebelumnya, tidak ada bantuan lagi. Jadi yang menerima nelayan budidaya, seperti kerapu dan lain-lainya.
Selain dana dari pemerintah pusat, bantuan provinsi dan pemerintah Kota juga diberikan. Seperti saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri membantu 200 kantong kerambah. Sementara Pemko Batam, membantu bibit dan pakan.
"200 Kantong dibantu dari Provinsi. Kantongnya kualitas bagus semua. Tapi kantong aja, sementara bibit dan pakan nya kita yang bantu. Bantuan itu juga tersebar, seperti keramba kerapu macan di dapur 6 Nongsa," kata Suhartini.
Ditanya soal jumlah tangkapan ikan nelayan di Batam, Suhartini menjelaskan, ikan hasil tangkap lebih besar jumlahnya dibanding hasil budidaya. Meski belum memiliki data yang pasti, ia mengatakan di Batam hasil ikan bisa mencapai enam sampai tujuh ton perhari.
" Ikan tangkap nelayan Batam lebih banyak dijual di Siangapura atau Malaysia. Sebab dalam pasar di Batam tidak bisa diserap, karena harga nya tinggi. Pasar kita lebih banyak ikan kembung, selar, benggol yang harga sekitar Rp30 sampai Rp50 ribu per kilogram. Kalau harga diatas itu kurang diserap di Batam, apalagi mencapai Rp80 ribu per kilogram," kata Suhartini.
Suhartini juga menjelaskan, kalau saat ini didorong untuk meningkatkan hasil tangkapan. Kemudian hasilnya bisa diolah menjadi kerupuk, bakso dan lain sebagainya. (mnb)Share
Newer news items:
- Senam Sehat Haluan dan BRIS
- Ultah Pasar Pagi Melcem, Jebat Batam Bagikan 2.000 Sembako
- Sistem Pembayaran di Indonesia Belum Terlindungi
- Antrean Solar di Batam Masih Terjadi
- Pelaku Pariwisata Gelar 'Demonstrasi' di Batam
- Dapur Arang di Batam Tidak Ada Izin
- Titus Akan Dipanggil Paksa Bapedalda Batam
- Kompolnas Sesalkan Sikap Kapolresta Barelang
- Komisi IV DPRD Batam Sidak Alkes RSUD
- TPA Punggur Batam Bakal Penuh
Older news items:
- Pansus DPRD Riau Studi Banding ke Kepri
- Penumpang Garuda Semakin Ekslusif
- Komisi I DPRD Batam Kunker ke Manado
- APBD Kepri Bakal Melejit
- Masjid Jabal Arafah, Batam Gelar Tabligh Akbar
- Jamsostek Batam Beri Bantuan Ambulance ke RS Awal Bross
- Dugaan Terima Fee Proyek Alkes RSUD Batam
- Flu Burung Serang Batam
- Illegal Logging Marak di Batuaji, Batam
- Anggota Dewan Batam Dituding Bekingi Pengusaha Gusur Warga
