BATAM (HK)- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam terus melakukan penyelidikan dan penyidikan, terkait kasus dugaan korupsi sembako di Dinas Sosial dan Pemakaman (Disospem) Kota Batam, untuk panti asuhan. Pihak Distributor Sembako, Nelly kembali diperiksa Jaksa yang kedua kalinya, Kamis (14/2).
Usai diperiksa Jaksa, Nelly mengaku lupa berapa jumlah pertanyaan Jaksa terhadap dirinya, terkait kasus dugaan korupsi sembako tersebut.
"Banyak pertanyaan dari penyidik. Tapi banyak yang saya lupa. Saya hanya ingat menuliskan nama 8 panti asuhan yang belum disalurkan," ungkap Nelly.
Nelly mengatakan, atas kasus tersebut, dirinya justru menjadi korban. Bahkan restauran miliknya saat ini telah disita oleh pihak kejaksaan.
"Kalau CV Tiga Pilar Abadi (TPA) yang mengaku sebagai korban, itu sama sekali tidak sesuai fakta. Justru saya lah yang jadi korban. Restauran saya sudah disita," beber Nelly.
Sementara itu, kuasa hukum Nelly, Nasib Siahaan mengatakan, hasil dari pemeriksaan terhadap kliennya, semua data terkait kasus bansos panti asuhan telah dipaparkan ke penyidik Kejari.
"Semua paket sembako ada 66 paket. Sudah disalurkan sebanyak 21 paket. Terus 37 paketnya lagi entah kemana. Saat ini yang masih tersisa hanya 8 paket saja,"ungkap Nasib Siahaan.
Wakil ketua RT 01 Sungai Beduk Tanjungpiayu, Rusli alias Badol, yang juga merupakan pengantar paket sembako ke panti asuhan mengungkapkan, bahwa dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) panti asuhan, sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertera antara CV Tiga Pilar Abadi (TPA) dengan Nelly. Hal tersebut karena ia langsung mengecek paket sembako yang akan dikirim ke panti asuhan.
Badol mengungkapkan, paket sembako yang sudah dipesan oleh Nelly, sudah sesuai dengan spesifikasi. Kata dia, sebelum pengantaran paket sembako, pihak Dinas Sosial dan Pemakaman (Disospem) Batam dengan CV TPA, terlebih dahulu mengecek isi paket sembako.
"Saya berani jadi saksi, bahwa kalau 66 paket sembako yang sudah dipesan oleh CV TPA dengan ibu Nelly sudah sesuai dengan spesifikasi yang diberikan. Cuma ikan teri saja yang kurang cocok yakni ukurannya kebesaran, ibu Nelly pun langsung menukar ikan terinya yang lebih kecil, "katanya.
Dijelaskannya, dalam pengantaran setiap paket sembako ke panti asuhan, pihak CV TPA dan Dinsos Batam selalu ikut mengantarkannya.
"Setiap barang yang akan diantar ke panti asuhan, orang dinsos dan CV TPA selalu mengeceknya, "ucap Badol.
Badol mengatakan, setelah pengantaran pertama paket sembako ke panti asuhan. Pihak CV TPA dan Dinsos Batam, meluangkan waktunya untuk makan-makan bersama di rumah RW.
"Setelah antar paket sembako pertama ini, kami bersama dengan CV TPA, Dinsos dan pak RW, warga, makan bersama dirumah pak RW. Berarti dengan makan-makan bersama sudah tidak ada permasalahan lagi dengan paket sembako yang kami antar ini, "ungkapnya.(byu).
- Senam Sehat Haluan dan BRIS
- Ultah Pasar Pagi Melcem, Jebat Batam Bagikan 2.000 Sembako
- Sistem Pembayaran di Indonesia Belum Terlindungi
- Antrean Solar di Batam Masih Terjadi
- Pelaku Pariwisata Gelar 'Demonstrasi' di Batam
- Dapur Arang di Batam Tidak Ada Izin
- Titus Akan Dipanggil Paksa Bapedalda Batam
- Kompolnas Sesalkan Sikap Kapolresta Barelang
- Komisi IV DPRD Batam Sidak Alkes RSUD
- TPA Punggur Batam Bakal Penuh
- Pansus DPRD Riau Studi Banding ke Kepri
- Penumpang Garuda Semakin Ekslusif
- Komisi I DPRD Batam Kunker ke Manado
- APBD Kepri Bakal Melejit
- Masjid Jabal Arafah, Batam Gelar Tabligh Akbar
- Jamsostek Batam Beri Bantuan Ambulance ke RS Awal Bross
- Dugaan Terima Fee Proyek Alkes RSUD Batam
- Flu Burung Serang Batam
- Illegal Logging Marak di Batuaji, Batam
- Anggota Dewan Batam Dituding Bekingi Pengusaha Gusur Warga
