Di sela-sela kegiatannya mendampingi suami, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang melakukan lawatan kerja ke Kabupaten Natuna untuk meninjau persiapan pembentukan Batalyon Infanteri 135 Natuna.
Kiki beserta rombongan saat transit di Batam menyempatkan diri untuk melihat kerajinan warga, khususnya binaan Dekranasda Kota Batam.
Kiki menyebutkan, organisasi yang dipimpinnya juga ada bidang kerajinan yang menampilkan hasil kreativitas anggotanya. Oleh karena itu, untuk melihat dan sekaligus sebagai masukan untuk melakukan pembinaan kepada anggotanya, Kiki memilih Dekranasda yang mewadahi pengrajin di Kota Batam.
Kiki memberikan apresiasi dan terkesan pada produk-produk kerajinan yang ditampilkan, diantaranya batik khas motif Batam, kerajinan dari bahan limbah gong-gong dan kerang-kerangan, aneka ukiran dan beberapa hasil kerajinan lainnya yang kesemuanya merupakan hasil karya para pengrajin binaan Dekranasda Kota Batam.
Dalam kesempatan tersebut juga dipamerkan beberapa hasil kerajinan binaan Persit Kota Batam.
Ketua Dekranasda Kota Batam, Mariana Ahmad Dahlan didampingi Ketua Harian, Amsakar Achmad, Ketua Bidang Pameran dan Kerja sama Luar Negeri, Yusfa Hendri, Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Pebrialin dan Sekretaris Dekranasda Kota Batam, Nurmin, mengatakan kunjungan tersebut merupakan kunjungan kerja biasa untuk saling tukar menukar informasi dalam upaya pembinaan yang lebih baik kepada para pengrajin.
Sebelumnya, Dekranasda Kota Batam juga telah memberikan bantuan uang pembinaan kepada 30 pengrajin di Kota Batam.
" Kunjungan ibu Kiki beserta rombongan bukan berarti Dekranasda Batam lebih baik,” kata Mariana.
Dikatakan dia, melalui kunjungan tersebut, secara tidak langsung Dekranasda Kota Batam juga telah membantu para pengrajin untuk mengenalkan serta memasarkan produknya.
" Kemajuan pengrajin yang merupakan pelaku usaha kecil selain meningkatkan kesejahteraan mereka juga ikut memajukan perekonomian di Kota Batam," ucap Mariana.
Dalam pertemuan tersebut, Kiki beserta rombongan juga disuguhi dengan makanan khas Melayu, seperti laksa, roti kirai, kue kole-kole, kue tepung gomak, kue epok-epok dan tak ketinggalan minuman cendol khas Belakang Padang. (r/mnb)
- Senam Sehat Haluan dan BRIS
- Ultah Pasar Pagi Melcem, Jebat Batam Bagikan 2.000 Sembako
- Sistem Pembayaran di Indonesia Belum Terlindungi
- Antrean Solar di Batam Masih Terjadi
- Pelaku Pariwisata Gelar 'Demonstrasi' di Batam
- Dapur Arang di Batam Tidak Ada Izin
- Titus Akan Dipanggil Paksa Bapedalda Batam
- Kompolnas Sesalkan Sikap Kapolresta Barelang
- Komisi IV DPRD Batam Sidak Alkes RSUD
- TPA Punggur Batam Bakal Penuh
- Pansus DPRD Riau Studi Banding ke Kepri
- Penumpang Garuda Semakin Ekslusif
- Komisi I DPRD Batam Kunker ke Manado
- APBD Kepri Bakal Melejit
- Masjid Jabal Arafah, Batam Gelar Tabligh Akbar
- Jamsostek Batam Beri Bantuan Ambulance ke RS Awal Bross
- Dugaan Terima Fee Proyek Alkes RSUD Batam
- Flu Burung Serang Batam
- Illegal Logging Marak di Batuaji, Batam
- Anggota Dewan Batam Dituding Bekingi Pengusaha Gusur Warga
