SAGULUNG (HK) - Warga perumahan Arta Graha Lestari, Kecamatan Sagulung mengeluhkan banjir yang terjadi di perumahan mereka setiap turun hujan. Diduga penyebabnya, karena banyaknya dranase yang tertimpa longsor sehingga menutup jalannya air, Rabu (14/2).
Sejak adanya penggalian tanah oleh PT Kezia Graha Mas di areal perumahan itu, kawasan itu kerap menjadi langganan banjir yang disertai longsor. Itu karena luapan air hujan yang mengalir cukup deras dan tak mampu
Kini sudah menjadi kubangan air yang belum diperbaikinya. Warga perumahan itu minta desak pembuatan dranaise dan batu miring secepatnya dikejakan. Sementara drainase yang berukuran 30 meter serta panjangnya 421 meter makin melebar.
Fendi Ketua RT II/RW 12 mengatakan, pembuatan batu miring dan pembangunan dranaise harus secepatnya ditangani oleh pihak devopler itu. Sebab, kalau belum ada pembangunan itu pasti perumahan ini kebanjiran serta menimbulkan banyak lumpur lantaran musim hujan bulan ini.
"Seharusnya pembuatan dranaise harus secepatnya dibangun, kalau tidak, dijamin pasti lebih parah lagi hingga melebar longsornya, dikarenakan bulan ini musim hujan yang ditambah terjaring nyamuk didalam air itu hingga menimbulkan penyakit DBD," keluhnya.
Hendang selaku warga perumahan tersebut juga menambahkan, memang saat ini pihak developer belum ada mengerjakan lahan tersebut, dan memang tidak memikirkan warga sekitar. Padahal warga disini sudah memberikan waktu tenggang selama satu minggu terhadap pihak PT kezia. Namum, hanya tinggal janji.
Yang lebih parahnya lagi, saat masuk keperumahan ini harus was-was karena becek maupun licin dan lumpurnya banyak. "Yang jelas pak, permintaan serta tuntutan warga sekitar itu harus ada akses jalan masuk perumahan di tengah pertokoan ini," ujarnya.
Menurutnya, jalan ini dan drainase itu harus rata dengan jalan yang ada, dan secara hukum developer pun sudah sah, namun dampak buruknya tak diperhatikan pihak devopler itu. Kemudian hal itu harus serasi.
Padahal, pihak PT Kezia Fendi Hombing mengatakan, ketika mediasi dikantor camat Sagulung dengan warga yang diwaliki BP Kawasan harus secepatnya dibangun dranaise serta batu miring tersebut. Dan hasilnya sama sekali belum pengerjaannya. (cw71)
- Senam Sehat Haluan dan BRIS
- Ultah Pasar Pagi Melcem, Jebat Batam Bagikan 2.000 Sembako
- Sistem Pembayaran di Indonesia Belum Terlindungi
- Antrean Solar di Batam Masih Terjadi
- Pelaku Pariwisata Gelar 'Demonstrasi' di Batam
- Dapur Arang di Batam Tidak Ada Izin
- Titus Akan Dipanggil Paksa Bapedalda Batam
- Kompolnas Sesalkan Sikap Kapolresta Barelang
- Komisi IV DPRD Batam Sidak Alkes RSUD
- TPA Punggur Batam Bakal Penuh
- Pansus DPRD Riau Studi Banding ke Kepri
- Penumpang Garuda Semakin Ekslusif
- Komisi I DPRD Batam Kunker ke Manado
- APBD Kepri Bakal Melejit
- Masjid Jabal Arafah, Batam Gelar Tabligh Akbar
- Jamsostek Batam Beri Bantuan Ambulance ke RS Awal Bross
- Dugaan Terima Fee Proyek Alkes RSUD Batam
- Flu Burung Serang Batam
- Illegal Logging Marak di Batuaji, Batam
- Anggota Dewan Batam Dituding Bekingi Pengusaha Gusur Warga
