"Kita tidak pernah memberikan izin kepada mereka (usaha dapur arang). Sebab kayu bakau dijadikan bahan dasar kayu arang. Ini sangat mengancam kerusakan lingkungan," kata Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini kemarin.
Diakuinya, pihaknya tidak pernah melakukan razia apalagi sempat memberhentikan pengerjaannya. Sebab, banyak masyarakat khususnya yang menetap di sekitar laut, mengantungkan harapan dari pekerjaan itu, seperti masyarakat di kawasan jembatan Barelang.
Ditegaskannya, hal itu memang menyalahi aturan. Tapi, sebagai langkah membatasi, Suhartini menyatakan, memberikan tanggung jawab kepada koperasi sekitar kawasan yang banyak terdapat bakau.
"Solusinya ya seperti itu kita berikan, bagaimana memberikan tanggung jawab kepada koperasi. Jadi bukan diberikan kepada pengusaha-pengusaha besar. Tapi ini masih wacana saja," ujarnya.
Sangat banyak mayarakat Batam yang masih bekerja sebagai pembuat arang kayu bakau. Mengenai berapa luas hutan mangrove di Batam dan jumlah yang sudah rusak, Suhartini mengakui belum memiliki data.
"Selama ini, kita belum pernah melakukan penelitian, saya pun tak mau berandai-andai berapa luas apalagi kerusakannya. Dan kita tidak bisa melihat satu titik saja," kata Suhartini (mnb)Share
Newer news items:
- Warga Batam Masih Ragu Minum Obat Kaki Gajah
- Polisi Batam Segel Gelper
- Pembobol Kamar Kos Beraksi di Siang Bolong
- Pasokan Barang Pengaruhi Inflasi Batam
- BP Batam Ancam Cabut Izin Lahan
- Ayam yang Dimusnahkan Tidak Diganti Rugi
- Target Retribusi Sampah Batam Rp19 M
- FOK Kepri Terus Berbenah
- Pelaku Curanmor Dibekuk di Tempat Dugem
- KAMMI Kepri Usulkan Bank Kepri Berbasis Syariah
Older news items:
- Maling Bawa Kabur Rp174 Juta, Gondol Kios Mediasel di Tiban, Batam
- Flu Burung Serang Batam, Unggas Dilokalisir dan Dimusnahkan
- Kapolsek Akui Illegal Logging Marak di Batuaji, Batam
- Usaha Nelayan di Batam Dapat Bantuan Rp100 Juta
- Kasus Dugaan Korupsi di Disospem Kota Batam
- Polda Kepri Butuh Tambahan 6100 Personil
- Apindo Batam Tolak Eksepsi Pemerintah
- Istri KASAD Kagumi Kerajinan Batam
- HP Masuk Batam Capai 70 Ribu per Bulan
- TNI AD Terus Bersinergi Membangun Batam
