Selasa02192013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Dapur Arang di Batam Tidak Ada Izin

Dapur Arang di Batam Tidak Ada Izin

BATAM (HK) - Penyebab terjadinya kerusakan hutan mangrove di Kota Batam adanya perluasan pembangunan. Selain itu, keberadaan dapur arang di sejumlah titik di Batam juga memiliki peran.
"Kita tidak pernah memberikan izin kepada mereka (usaha dapur arang). Sebab kayu bakau dijadikan bahan dasar kayu arang. Ini sangat mengancam kerusakan lingkungan," kata Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini kemarin.

Diakuinya, pihaknya tidak pernah melakukan razia apalagi sempat memberhentikan pengerjaannya. Sebab, banyak masyarakat khususnya yang menetap di sekitar laut, mengantungkan harapan dari pekerjaan itu, seperti masyarakat di kawasan jembatan Barelang.

Ditegaskannya, hal itu memang menyalahi aturan. Tapi, sebagai langkah membatasi, Suhartini menyatakan, memberikan tanggung jawab kepada koperasi sekitar kawasan yang banyak terdapat bakau.

"Solusinya ya seperti itu kita berikan, bagaimana memberikan tanggung jawab kepada koperasi. Jadi bukan diberikan kepada pengusaha-pengusaha besar. Tapi ini masih wacana saja," ujarnya.

Sangat banyak mayarakat Batam yang masih bekerja sebagai pembuat arang kayu bakau. Mengenai berapa luas hutan mangrove di Batam dan jumlah yang sudah rusak, Suhartini mengakui belum memiliki data.

"Selama ini, kita belum pernah melakukan penelitian, saya pun tak mau berandai-andai berapa luas apalagi kerusakannya. Dan kita tidak bisa melihat satu titik saja," kata Suhartini (mnb)

Share

Newer news items:
Older news items: