dan lain sebagainya. Karena itu, tidak heran jika penyebab meningkatnya harga terus menerus terjadi inflasi di Batam, tergantung pada kondisi cuaca.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam Amsakar Achmad menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan inflasi terjadi di Batam. Dari hasil rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam, dalam beberapa bulan belakangan ini, menyimpulkan, selain faktor cuaca, setidaknya ada beberapa hal lain yang menyebabkan inflasi.
" Dari rapat TPID sebulan lalu, yang menyebabkan inflasi di Batam itu, karena ada kenaikan UMK yang saat ini masih dalam proses hukum. Kondisi Batam yang sangat tergantung dengan daerah lain, apalagi terjadi cuaca yang buruk, isu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Kemudian, tanaman dataran tinggi, seperti kol itu juga lambat datang, sehingga harga mengalami kenaikan," kata Amsakar, akhir pekan lalu.
Dijelaskan dia, yang lebih berpengaruh adalah masih terpusatnya sistem distribusi produk konsumsi secara nasional di Jakarta. Sementara sistem distribusi di DKI, juga berpengaruh pada cuaca. Makanya, saat banjir beberapa waktu lalu disana, Batam sedikit banyaknya mengalami perubahan harga pada berbagai komoditi.
Selain, inflasi secara nasional mengalami kenaikan, faktor lain yang mempengaruhi, kata Amsakar, adalah melemahnya nilai mata uang atau Kurs Indonesia. Dimana saat ini mata uang Indonesia sedang melemah.
" Kalau kita perhatikan cuaca buruk itu sering terjadi, di tiga bulan menjelang akhir tahun, yakni Oktober hingga Desember, kemudian awal tahun sampai Maret. Makanya, saat ini harga dipasaran masih belum normal. Ikan naik, sayur, telur ayam naik. Pokoknya, trend kenaikan, tiga bulan ke bawah. Dan bulan yang ada ber-bernya lah," ujar mantan Kadis PMPK-UKM Batam ini.
Dijelaskannya, yang cukup signifikan mengalami kenaikan adalah, telor medan, yang saat ini mencapai Rp1.250 per butirnya. Begitu juga dengan harga ikan, ayam yang harganya diatas Rp30 ribuan.
"Tapi perlu dilihat juga, paska cuaca normal, inflasi akan normal lagi, saya memperkirakan sampai akhir bulan ini. Sementara untuk harga bahan makanan kemasan seperti, susu, beras dan yang lainya masih normal," katanya. (mnb)
- Omset Penjualan Ayam di Batam Berkurang
- PMII Kembali Menggelar Aksi Demo
- 77 Persen Warga Batam Sudah Minum Obat Kaki Gajah
- Gerindra Kepri Goro di Aviari
- Mencuri untuk Beli Rokok
- Siswa SMAN 14 Sebar Brosur Keprihatinan
- Penambangan Pasir Darat di Batam Kembali Marak
- Cegah Flu Burung, Ribuan Ayam di Batam Dimusnahkan
- Menyetir Sambil Menelepon, Denda Rp750 Ribu
- 4 Bulan Gaji Tak Dibayar, Buruh PT Agam Patra Batam Mogok
- KAMMI Kepri Usulkan Bank Kepri Berbasis Syariah
- Pelaku Curanmor Dibekuk di Tempat Dugem
- FOK Kepri Terus Berbenah
- Target Retribusi Sampah Batam Rp19 M
- Ayam yang Dimusnahkan Tidak Diganti Rugi
- TPA Punggur Batam Bakal Penuh
- Komisi IV DPRD Batam Sidak Alkes RSUD
- Kompolnas Sesalkan Sikap Kapolresta Barelang
- Titus Akan Dipanggil Paksa Bapedalda Batam
- Dapur Arang di Batam Tidak Ada Izin
