Jumat02222013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Warga Batam Masih Ragu Minum Obat Kaki Gajah

Warga Batam Masih Ragu Minum Obat Kaki Gajah

Bengkong (HK) - Sejumlah warga Batam mengaku masih ragu mengkonsumsi obat anti penyakit kaki gajah yang disediakan Pemko Batam melalui Dinas Kesehatan. Sebab, bagi yang menderita penyakit tertentu akan menimbulkan efek samping setelah meminum obat tersebut. Pemberian obat anti kaki gajah telah berlangsung sejak sepekan lalu.

Hamida, warga Bengkong mengaku sudah menerima obat anti penyakit kaki gajah atau filariasis itu, tetapi sampai saat ini, obat tersebut masih disimpan dan tak diminumnya. Ia beralasan beberapa informasi yang diterimanya dari teman dan kerabatnya, obat tersebut memiliki efek samping.

" Saya sudah menerima obat filariasis ini, tetapi belum dimakan. Saya masih ragu, karena katanya kalau ada penyakit tertentu jangan diminum. Saat ini, saya ada gejala darah tinggi, "katanya.

Dikatan Hamida, sebelum obat filariasis ini dibagikan kepada warga, kader posyandu juga sudah memberitahukan gejala dan efek sampingnya. Namun, karena memiliki darah tinggi, Hamida bingung untuk memakan obat tersebut.

" Sebelum dibagikan, memang sudah diberikan gejala efek sampingnya. Saya pasti akan meminumnya, tapi terlebih dahulu harus dicek ke dokter biar aman, "paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam Chandra Rizal mengungkapkan, masyarakat Batam yang sudah mendapatkan obat filariasis tersebut, harus diminum. Kata dia, mengenai efek sampingnya masih tahap wajar dan merupakan reaksi dari obat.

"Sebelum minum obat filariasis, terlebih dahulu harus makan. Efek samping itu juga akan hilang dengan sendirinya koq, "kata Chandra.

Dikatakan Chandra, bagi yang meminum obat filariasis ini, harus didepan petugas atau saat obat itu diberikan. Tujuannya untuk menghindari pemakaian obat lainnya yang tidak diinginkan, misalnya bercampur dengan obat lain.

Chandra menambahkan, obat filariasis ini terdiri dari 2 jenis, diantaranta Abendazol dan dietikarbamazepin. Dalam pemberian obat filariasi, diberikan 4 tablet yakni, satu tablet untuk jenis obat abendazol dan tiga tablet untuk jenis obat Dietilkarbamazepin.

" Obat filariasis dilarang bagi ibu hamil, ibu menyusui. Selain itu juga tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi, cuci darah dan gangguan ginjal. Harus orang yang benar-benar sehat yang meminum obat filariasis, "paparnya.

Dia menambahkan, setelah masyarakat meminum obat filarisasis ini, tidak ada pantangan dimakanan ataupun buah-buahan. "Setelah minum obat ini, warga tidak masalah mau makan apapun, baik itu buah-buahan ataupun nasi. kalau tidak segera minum obat ini, nanti yang ditakuti akan ada masyarakat yang terkena kaki gajah, karena sudah ada 14 warga di Batam yang positif kaki gajah, "pungkasnya.

Ingatkan Warga

Di tempat terpisah, Wakil Walikota Batam, Rudi, SE,MM mengingatkan warga Batam agar tidak mengabaikan imbauan dokter untuk meminum obat anti penyakit kaki gajah. Sebab, dengan meminum obat anti kaki gajah dari Diskes, warga akan terhindar dari penyakit kaki gajah mematikan itu.

" Jangan lupa minum obatnya, karena ini salah satu cara memutus mewabahnya penyakit kaki gajah," imbau Rudi diacara Puncak HUT Pasar Pagi Melcem Pertama, Minggu (17/2).

Untuk mendapatkan obat anti penyakit kaki gajah, lanjut Rudi, setiap masyarakat bisa mendatangi langsung Puskesmas dan Posyandu di tempat masing-masing. "Kita sudah siapkan obatnya, sekarang tergantung masyarakat," katanya.

Namun demikian, orang nomor dua di Pemko Batam ini mengingatkan, bahwa yang memiliki gejala atau benar-benar punya penyakit jantung dan darah tinggi, diimbau untuk tidak mengkomsumsi obat tersebut.

Karena dikhawatirkan bisa membahayakan jiwa orang mengkomsumsinya. Dimana dari pengalaman di daerah lain ada kejadian terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit setelah mengkonsumsi obat anti penyakit kaki gajah.

" Kalau punya penyakit jantung, jangan coba-coba meminum obat anti penyakit kaki gajah," tegas Rudi.

Penyakit kaki gajah sempat meresahkan masyarakat Batam, setelah beberapa hari terakhir ditemukan ada warga di Bengkong menderita penyakit kaki bengkak tersebut.

Atas temuan itu, Pemko Batam melalui Dinkes melalui tindak penanggulangan cepat membagikan secara gratis obat penangkal penyakit kaki gajah. Dimana obat tersebut bisa diperoleh secara gratis di Puskesmas dan Posyandu yang tersebar di penjuru Batam. (ays/byu).

Share

Newer news items:
Older news items: