" Kami merasa dibohongi. Sesuai kesepakatan dengan pihak PT Agam Patra, setiap tanggal 10 gaji sudah dibayarkan, namun sudah lewat tanggal 10 gaji kami belum juga dibayar. Mereka telah melanggar kesepakatan," ujar Taji, supervisor PT Agam yang juga bertindak sebagai koordinator aksi, kemarin.
Taji mengatakan sikap perusahaan yang tidak melaksanakan kesepakatan telah menimbulkan kerugian kepada para pekerja. Padahal, pihaknya selalu bekerja untuk perusahaan, namun pihak perusahaan tak pernah tepat membayar gaji karyawan setiap bulan.
" Kalau gaji terlambat terus keluarga kami makan apa Pak. Kami butuh uang untuk kehidupan kami sehari-hari,"ujarnya di Polsek Batuaji.
Menurut dia, aksi mogok kerja itu akan terus berlangsung hingga gaji mereka dibayarkan. Walaupun sekitar pukul 14.00 WIB tadi (kemarin), ada mediasi dari pihak perusaahan dan perwakilan karyawan. Namun pihaknya tidak akan masuk kerja jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Hasil mediasi tak jelas dan selalu berbelit-belit.
" Siang tadi, sudah ada pertemuannya. Pihak perusahaan berjanji akan membayar setelah dapat uangnya, namun teman-teman masih tetap menolak masuk kerja hingga gaji dibayarkan,"ujar Taji.
Ia mengatakan awalnya para buruh akan melakukan aksi demo di depan perusahan. Tapi, karena berhubung lahan itu miliknya PT Bumi Natura Indonesia (BNI). Kemudian, disewa oleh PT Espert Engginering sebagai induk dari PT Agam Patra. Maka demo di depan perusahaan pun diundur.
Hombing, pekerja lainnya mengatakan, tidak akan bekerja sebelum gaji dibayarkan. Hal itu sudah menjadi sepakatan mereka. Ia juga mengatakan sampai kapan pun akan terus menuntut gajinya. Kalau tidak dibayarkan besok (Selasa red) akan pergi mendatangi Kantor Disnaker Batam. Total gaji yang harus dibayarkan PT Patra Agam sebesar Rp250 juta. (cw71).
- 2 Anggota Komisi I DPRD Batam Diberi Karangan Bunga
- Gudang Gula Oplosan di Batam Digerebek
- BC Batam Sosialisasi Prosedur Pengiriman Barang di FTZ
- Oknum PNS Batam Tertangkap Selingkuh
- BK DPRD Kota Batam Dinilai Mandul
- Ketua Jebat Batam Terima Penghargaan di Malasysia
- Flu Burung Tak Ganggu Parawisata Batam
- PKL di Batam Jangan Sampai Menutup Jalan
- Mobil Pelansir Solar Kabur Saat Digiring ke Polresta Barelang
- Warga Kampung Pisang di Batam Resah
- BP Batam Ancam Cabut Izin Lahan
- Pasokan Barang Pengaruhi Inflasi Batam
- Pembobol Kamar Kos Beraksi di Siang Bolong
- Polisi Batam Segel Gelper
- Warga Batam Masih Ragu Minum Obat Kaki Gajah
- Warga Tanam Pohon di Lahan Proyek
- Wawako Batam Apresiasi Kegiatan Jebat
- Masjid Jabal Arafah Jadi Ikon Wisata Religi di Batam
- KAMMI Kepri Usulkan Bank Kepri Berbasis Syariah
- Pelaku Curanmor Dibekuk di Tempat Dugem
