Jumat03012013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Mobil Pelansir Solar Kabur Saat Digiring ke Polresta Barelang

Mobil Pelansir Solar Kabur Saat Digiring ke Polresta Barelang

NONGSA (HK) - Mobil Mitsubishi Strom yang tertangkap tangan sedang melansir solar bersubsidi oleh supir angkutan umum (angkot) Jodoh-Nongsa di SPBU Ismadi Salam, Bandara, Senin (18/2) lalu, kabur saat digiring ke Mapolresta Barelang.
Mobil Mitsubishi Strum yang tidak diketahui pengemudinya itu kepergok tengah mengisi solar senilai Rp900 ribu ke dalam tankinya. Sopir angkot yang mengetahui kejadian itu, mengamankan mobil berserta sopirnya sebelum diserahkan ke polisi.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono mengatakan mobil tersebut kabur saat digiring ke Mapolresta. "Sewaktu mau digiring ke Polresta mobil dan berserta supirnya kabur di tengah jalan," ujar Hartono yang ditemui di ruang kerjannya di Mapolda Kepri, Selasa (19/2).

Kata Hartono, saat ini pihaknya telah mengamankan security, operator, formen SPBU Ismadi Salam untuk dimintai keterangan kenapa bisa menjual solar bersubsidi kepada satu mobil hingga mencapai Rp900 ribu.

" Yang diamankan security dan operatorSPBU Ismadi Salam, kenapa mereka bisa menjual sebanyak itu,"terangnya.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtati) AKBP Budhy Wibowo Sumantri yang dikonfirmasi kemarin, terkait barang bukti hasil tangkapan sebuah mobil Mitsubishi Strum pihaknya belum mendapatkan laporan dari anggotanya.

" Saya belum dapat laporan dari anggota karena saya sekarang lagi sakit sudah dua hari tidak masuk kantor. Nanti saya cek dulu keanggota tapi kalau ada anggota Polres biasanya dibawa ke Polres BB nya,"terangnya melalu pesan singkat.

Tiga Operator SPBU Ismadi Salam Terancam Diskore

Tiga karyawan SPBU Ismadi Salam yang ketahuan menjual solar kepada mobil Mitsubishi Strum hingga mencapai Rp900 ribu terancam diskore oleh majikannya. Menurut Syahbudin, Formen SPBU Ismadi Salam ketiga rekannya yang kedapatan melakukan pengisian solar ke mobil Mitsubishi Strum hingga Rp900 ribu terancam diberi sanksi.

"Kalau sangsi ada mas, tapi berupa apa saya tidak tau juga. Tapi biasanya diskor,"terangnya.

Saat ditanya pada hari ini (Selasa-red) apakah rekan kerjanya tersebut sudah masuk kerja kembali seperti biasa usai kejadian tersebut, dia menjawab, kalau sesuai dengan jadwal pada pagi hari ini seharunya masuk kerja. Tapi karena dia tidak datang dirinya yang seharunya masuk siang, diminta untuk masuk pagi.

" Saya seharunya masuk siang, tapi karena dia tidak datang saya diminta untuk menggantikannya di pagi hari,"terangnya.(jua)

Share

Newer news items:
Older news items: