Jumat03012013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Buruh PT Utama Indah Group, Batam Mogok

Buruh PT Utama Indah Group, Batam Mogok

Upah Tak Sesuai UMK

Baloi (HK) - Puluhan buruh PT Utama Indah Group menggelar aksi unjuk rasa sekaligus mogok kerja di depan perusahaan tempat mereka bekerja, Rabu (20/2) sekitar pukul 9.00 WIB.

Aksi itu dipicu pembayaran upah yang tidak sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batam 2013 sebesar Rp2.040.000. " Perusahaan harus membayar gaji sesuai UMK yang ditetapkan Gubernur Kepri, bukan suka-suka mereka," ujar Ketua PUK PT Utama Indah Group, Ahmad Zahedi dalam orasinya.

Berdasarkan SK Gubernur, lanjut Zahedi, UMK Batam sebesar Rp2.040.000 plus upah sektoral. Bukan malah disamakan antara upah karyawan lama dengan karyawan baru. Dan juga harusnya ada pengelompokan (sektoral) antara satu jenis pekerjaan dengan yang lainnya.

" Rp2.040.000, harusnya berlaku hanya untuk pekerja baru karena sifatnya gaji dasar," katanya.

Sebagai buruh yang bekerja di sektor usaha logam, seharusnya mereka mendapat upah sektor I (usaha logam) yang besaran upahnya UMK 2013 (Rp2.040.000,- x 7 %), sehingga total yang diterima Rp2.182.000.

" Kami dibayar hanya UMK murni, bukan dihitung sektoral," tegasnya.

Selain menuntut adanya upah sektoral, buruh juga menuntut adanya upah sundulan dan juga tunjangan masa kerja (TMK). " Mestinya ada perbedaan karyawan lama dan karyawan baru, bukan sama rata," ungkapnya.

Hal terakhir yang menjadi tuntutan buruh, prilaku management yang tekadang secara arogan melakukan PHK. Salah satunya dengan melakukan PHK terhadap Wandra, satpam yang sudah 12 tahun mengabdi di perusahaan tersebut.

" Kami menuntut agar teman kami dipekerjakan kembali," tegasnya.

Puluhan buruh yang demo tersebut mendapat pengawalan ketat daru aparat Polresta Barelang dan Polsek Lubuk Baja.

Selain menyampaikan tuntutan secara langsung, mereka juga menyampaikannya melalui poster. Salah satunya, poster bertuliskan "Bojoku minggat gara-gara gajiku rendah", aku gagal melamarmu karena gajiku rendah, dan sejumlah bahasa bernada miris.

"Jangan paksa kami anarkis, karena kami butuh makan," kata Wendi, buruh lainnya.

Untuk meredam aksi buruh itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam turun ke lapangan mempertemukan buruh dengan perusahaannya. Hingga berita ini diturunkan, buruh dan perusahaan masih terus berunding untuk mencari jalan tengah. (ays)

Share

Related news items:
Newer news items:
Older news items: