Awalnya, mantan polisi ini sedang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU tersebut bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Rudi curiga dengan salah satu mobil sedan Toyota Corolla yang lama sekali mengisi solar. Usai mengisi solar, Rudi lalu memaksa sopir yang diketahui bernama Juneri tersebut agar membuka bagasi mobilnya.
"Buka bagasi itu, cepat, cepat.. Mana kuncinya," tegas Rudi kepada Juneri.
Namun sopir taksi itu ketakutan dan enggan membuka bagasi mobilnya. Rudi kemudian mencabut kunci mobil dan meminta sopir itu membuka bagasi mobilnya.
Begitu bagasi dibuka, ternyata di dalam mobil itu terdapat tanki besar untuk menampung solar. Takut, sopir kemudian dengan cepat menutup kembali bagasi mobil dan seoalah-olah melawan Rudi.
" Kamu tahu tak, siapa saya?, tanya Rudi.
Namun Juneri menggeleng kepala tapi tetap berusaha menggapai kunci di genggaman Rudi. “Saya ini Wakil Walikota," tegas Rudi.
Mendengar itu nyali Juneri menjadi ciut.
"Nggak pak," kata Juneri dengan suara agar ketakutan. Juneri kemudian digiring ke kantor SPBU oleh sejumlah petugas SPBU tersebut.
Selang beberapa menit kemudian, datang dua dua oknum TNI yang masih berpakaian dinas datang ke SPBU tersebut. Diduga kedatangan kedua oknum TNI itu untuk menyelamatkan Juneri. Namun melihat banyak wartawan dan ada Wakil Walikota, kedua oknum tadi langsung kabur dengan mobil. Keduanya mengendarai mobil masing-masing dengan kecepatan tinggi hingga nyaris menabrak sejumlah wartawan yang sedang memotret mobil pelansir yang ditangkap Rudi itu.
Kepala Satuan Distrik Militer (Kasdim) 0316, Batam, Mayor Hary mengaku, mobil pelansir yang ditangkap Wakil Walikota itu sudah diamankan. Mobil yang ditangkap itu kata Hary tidak ada kaitannya dengan salah satu kesatuan yang ada di TNI, meski mobil itu menggunakan atribut atau lambang TNI.
Hary menduga mobil pelansir yang menggunakan atribut TNI tersebut hanya memanfaatkan situasi saja agar tidak ditangkap oleh aparat kepolisian.
"Saya sudah cek, mobil pelansir itu tidak ada hubungannya dengan TNI. Pemilik mobil pelansir masih dicari. Sekali lagi saya pastikan, mobil pelansir yang ditangkap itu tidak ada kaitannya dengan TNI,"ujarnya saat melakukan pertemuan dengan Rudi dan Kapolsek Sagulung, AKP Eddy Buce.
Hary berjanji, untuk menertibkan penggunaan atribut TNI yang dipasang di mobil, dalam waktu dekat pihaknya akan bekerjasama dengan POM TNI menggelar razia. Setiap kendaraan yang sengaja mengenakan atribut TNI akan disuruh buka dan melarang untuk menggunakan lagi.
Di tempat yang sama Kapolsek Sagulung, AKP Eddy Buce mengaku masalah mobil pelansir yang ditangkap Wakil Walikota itu ditangani langsung oleh TNI, untuk mencari pemilik kendaraan Toyota Corolla tersebut.
"Dalam pertemuan tadi (kemarin), mobil pelansir yang tertangkap itu masih ditangani TNI," kata Eddy.
Sementara itu Wakil Walikota Batam, Rudi SE menyerahkan masalah ini kepada pihak penegak hukum. Sebab mobil pelansir yang ditangkapnya itu terbukti melanggar tindak pidana.
"Itu sudah melanggar pidana. Untuk proses selanjutnya langsung saja tanya ke polisi dan TNI yang menanganinya,"kata Rudi.
Di sisi lain, mantan anggota DPRD Batam ini mengaku sangat gusar karena setiap hari masyarakat mengeluhkan terjadi kelangkaan BBM terutama solar. Untuk itu ia sengaja turun langsung melihat apa sebenarnya yang terjadi di lapangan.
Ternyata kata dia, BBM benar-benar langka. Pengemudi antre hingga radius ratusan meter dari gerbang SPBU. Ia juga ingin mengetahui langsung ke operator SPBU terkait kendala yang dihadapi sehingga stok BBM tidak mencukupi kebutuhan masyarakat tiap hari.
Kabag Humas Pemko Batam Ardiwinata mengatakan, sidak kemarin ke sejumlah SPBU. Tujuan sidak adalah untuk melihat langsung di lapangan soal keluhan warga terkait BBM. SPBU yang didatangi Rudi berada di wilayah Seibeduk, Sagulung dan Batuaji.
Taksi Kabur
Sejumlah taksi kabur dari barisan antrean di SPBU Tembesi ketika sopir itu melihat banyak wartawan di lokasi. Mereka meninggalkan antrean yang panjang di barisan loket BBM bersubsidi setelah mengetahui ada wartawan yang sedang memotret di SPBU tersebut.
Salah seorang warga yang mengaku bernama Iwan, mengatakan sejak pagi ia melihat mobil-mobil taksi berulang kali mengisi solar di SPBU tersebut.
" Iyah bang, saya melihat sendiri, kadang mobil-mobil taksi itu sampai empat hingga lima kali mengisi solar di SPBU ini. Saya tidak tahu persis, apakah sopir itu habis putar-putar terus sampai habis solar atau gimana bang," ujar warga.
Ia mengkau, para pembeli solar di SPBU itu mudah sekali kita kenali. Sebab, mobil mereka rata-rata menggunakan kaca hitam dan tidak kelihatan apa isi di dalam mobil itu," katanya. (cw71)
- Staff Ahli Bukan Jabatan Non Job
- Toyota Bidik 35,5% Pasar Otomotif Kepri
- Berhala Milik Kepri, MK Tolak Gugatan Pemprov Jambi
- Oknum Polisi 'Terlibat' Pelansir Solar di SPBU Tembesi, Batam
- Ruslan Siap Tempuh Jalur Hukum
- Nelayan Batam Keluhkan Minimnya Stok Solar
- LPDB-KUMKM Siapkan Rp100 M untuk Kepri
- ATB Batam Sumbang 112 Kantong Darah
- Listrik Mati, Pelanggan di Batam Diberi Kompensasi
- Kasdim Batam : Tak Ada Upaya Penyelamatan
- Warga Kampung Pisang di Batam Resah
- Mobil Pelansir Solar Kabur Saat Digiring ke Polresta Barelang
- PKL di Batam Jangan Sampai Menutup Jalan
- Flu Burung Tak Ganggu Parawisata Batam
- Ketua Jebat Batam Terima Penghargaan di Malasysia
- BK DPRD Kota Batam Dinilai Mandul
- Oknum PNS Batam Tertangkap Selingkuh
- BC Batam Sosialisasi Prosedur Pengiriman Barang di FTZ
- Gudang Gula Oplosan di Batam Digerebek
- 2 Anggota Komisi I DPRD Batam Diberi Karangan Bunga
