BATAM CENTRE (HK) - Komisi IV DPRD Batam kesal sekaligus kecewa dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Sebab sejak dua pekan terakhir sudah dua kali diagendakan rapat koordinasi tapi Disdik tak pernah datang. Anggota Komisi IV tersebut merasa diri mereka tidak dianggap lagi.
Anggota Komisi IV DPRD Batam Riki Indrakari mengatakan, sudah dua kali dijadwalkan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP), tapi Disdik tidak pernah hadir. Sepertinya, anggota DPRD sebagai perwakilan masyarakat sudah tidak dianggap.
Padahal, banyak yang perlu dibahas, apalagi sepanjang pengamatannya, didalam buku lintang (RKA/rencana kerja dan anggaran 2013 Disdik), ada beberapa item yang menurut dia tidak sesuai dan tidak masuk akal.
" Kita jadwalkan pukul 10.00 WIB tadi pagi. Ini sudah lewat satu jam. Jelas kita kecewa, sebab di dalam buku lintang banyak yang perlu dipertanyakan. Ada pos anggaran yang tidak sesuai," kata Riki, kemarin.
Sikap tersebut, lanjut Riki, tidak mencerminkan sebagai pimpinan SKPD. Di tahun 2012 saja, dari 7 kali agenda RDP, hanya tiga kali yang dihadiri Kepala Disdik. Menurut hitung-hitungan SKS, ini sudah tidak lulus. Dan ini pernah disampaikan ke Wali Kota atas sikap yang tidak koperatif itu.
Memang ada perwakilan yang datang, tapi itu hanya bisa menjelaskan dan tidak bisa mengambil keputusan langsung. Ia mencontohkan, pada anggaran tahun ini, sepertinya tidak masuk dinalar, kegiatan pelatihan untuk siswa yang dianggarkan Rp692 juta, hanya empat persen untuk para peserta.
"Kan lucu, anggaran tersebut hanya terserap untuk 4 persen, yakni perlengkapan siswa sebanyak 150 orang sebesar Rp27 juta dan biaya konsumsi Rp3,75 juta. Jumlahnya mencapai Rp30,75 juta. Lebih besar, honor panitia sebesar Rp28 juta," jelasnya.
Dan yang lebih mengherankan Riki, jenis kegiatan merupakan pelatihan namun ada yang diselipkan Belanja Barang dan jasa sebesar Rp249 juta atau sekitar 35 persen dari total kegiatan.
" Yang namanya pelatihan, jangan sampai ada pengadaan. Kalau ada pengadaan harus jelas tempat sekolahnya, jangan hanya disebutkan SMA. Sesuai dengan Permengari nomor 32, harus ada by name dan by adrres. Dan herannya, peserta hanya 150 orang panitianya sampai 30 orang," katanya.
Hal senada disampaikan Udin P Sihaloho, anggota DPRD lainya. Dengan tidak menghadiri RDP tentu sangat kecewa, sebab banyak hal yang perlu dilihat dari apa yang diagendakan tahun ini. (mnb)
- Staff Ahli Bukan Jabatan Non Job
- Toyota Bidik 35,5% Pasar Otomotif Kepri
- Berhala Milik Kepri, MK Tolak Gugatan Pemprov Jambi
- Oknum Polisi 'Terlibat' Pelansir Solar di SPBU Tembesi, Batam
- Ruslan Siap Tempuh Jalur Hukum
- Nelayan Batam Keluhkan Minimnya Stok Solar
- LPDB-KUMKM Siapkan Rp100 M untuk Kepri
- ATB Batam Sumbang 112 Kantong Darah
- Listrik Mati, Pelanggan di Batam Diberi Kompensasi
- Kasdim Batam : Tak Ada Upaya Penyelamatan
- Warga Kampung Pisang di Batam Resah
- Mobil Pelansir Solar Kabur Saat Digiring ke Polresta Barelang
- PKL di Batam Jangan Sampai Menutup Jalan
- Flu Burung Tak Ganggu Parawisata Batam
- Ketua Jebat Batam Terima Penghargaan di Malasysia
- BK DPRD Kota Batam Dinilai Mandul
- Oknum PNS Batam Tertangkap Selingkuh
- BC Batam Sosialisasi Prosedur Pengiriman Barang di FTZ
- Gudang Gula Oplosan di Batam Digerebek
- 2 Anggota Komisi I DPRD Batam Diberi Karangan Bunga
