Jumat03012013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Nelayan Batam Keluhkan Minimnya Stok Solar

Nelayan Batam Keluhkan Minimnya Stok Solar

BATUAJI (HK) - Sejumlah nelayan di Kecamatan Galang mengeluhkan minimnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut membuat mereka jarang melaut.
Hal itu dikatakan Suhardi, salah seorang nelayan saat datang mengantre solar di SPBU Top 100 Tembesi, kemarin. Ia mengatakan, saat ini pasokan BBM jenis solar dari Pertamina sangat minim. Sehingga ia dan nelayan lainnya jarang melaut setiap hari, tidak seperti sebelumnya.

" Saat ini kami jarang melaut karena solarnya tidak cukup. Masa untuk dapat solar kami harus mengantre hingga seharian," ujar dia, di sela-sela sidak Wawako Batam, belum lama ini.

Ungkapan serupa juga disampaikan nelayan lainnya, Agus. Ia menuturkan, saat ini ada 300-an, kapal nelayan di Galang Baru hingga di Pulau Sejantung yang tidak mendapatkan solar. Jumlah tersebut terdiri dari slerek, pancung, boat dan perahu. Untuk kapasitas pancung antara 200 - 300 liter solar. Juga, jenis slerek yang daya tampungnya antara 400-600 liter.

Minimnya pasokan solar untuk nelayan di Galang dibenarkan Kabid ESDM Disperindag, Amiruddin. Ia mengatakan, kelangkaan solar yang terjadi saat ini akan dibahas Depo Pertamina, Pemko Batam dan pengusaha.

" Kita masih melakukan sidak SPBU. Untuk kelangkaan solar di Galang dan pulau lainnya, kami akan membicarakan dengan pertamina serta pengusaha,"paparnya.


Ketua LSM Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Kota Batam Uba Ingan Sigalingging mengatakan, pengelola SPBU yang ikut bermain dengan para pelansir solar harus ditindak tegas.

" Pemko Batam dan Pertamina harus berani mengambil tindakan tegas terhadap SPBU yang ikut bermain dalam penimbunan dan pelansiran solar di Batam ini," kata Uba Sigalingging.

Menurut dia, hingga saat ini di Batam belum ada satupun SPBU yang diberikan sanksi tegas terhadap maraknya pelasiran solar. Jangan hanya pelansirnya saja yang ditindak, tapi juga SPBU yang memberikan solar kepada para pelansir solar tersebut.

" Sudah menjadi rahasia umum adanya kongkalikong atau kerjasama antara pengelola SPBU dengan para pelansir solar,"terangnya.

Uba menjelaskan, secara logika tidak mungkin para pelansir solar tersebut dengan mudah mendapatkan solar dengan jumlah besar di satu SPBU. Kemudian, dari mana para pelansir tersebut mengetahui kalau di salah satu SPBU tersebut memiliki solar. Tentunya ini sudah ada komunikasi dan kerja sama sebelumnya.

" Logikanya dari mana mereka tau kalau di SPBU tersebut ada solarnya dan bisa di beli kalau tidak dari SPBU,"ungkapanya.

Dan yang menjadi pertanyaan, terangnya, kenapa belum ada SPBU yang diberikan tindakan tegas terhadap pelansiran solar yang melibatkan para oknum di SPBU tersebut.

Tak Ada Upaya Penyelamatan

Sementara itu, Kasdim 0316 Batam, Mayor (Art) Hary Sasono menegaskan dua prajurit TNI di SPBU saat sidak kemarin, hanya kebetulan, bukan bagian dari penyelamatan sebagaimana diberitakan.

" Siapa yang mau diselamatkan, pelaku tak ada kaitannya dengan TNI," tegas Hary yang ditemui, Kamis (21/2).

Setelah dilakukan penelusuran, lanjut Hary, kedua personil TNI tersebut sedang antri sebagaimana layaknya masyarakat umum untuk melakukan pengisian BBM, tapi karena adanya Sidak yang menyebabkan terjadi antrian panjang, keduanya kemudian batal melakukan pengisian.

" Keduanya hendak mengisi BBM, tapi karena kelamaan, kemudian pergi untuk mencari SPBU yang lain," katanya.

Hary mengakui keduanya waktu itu pergi terburu-buru, tapi bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti wartawan apalagi hampir menabraknya, tapi keduanya buru-buru untuk kembali ke pos guna melanjutkan tugas.

Sebelumnya diberitakan, sesaat setelah pelangsir solar Jauhari tertangkap tangan, dua anggota TNI datang ke lokasi. Kedatangan anggota TNI tersebut dicurigai untuk melakukan penyelematan terhadap pelaku. (Jua/Dedy)

Share

Newer news items:
Older news items: