Jumat03012013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Warga Tanjunguma, Batam Tuntut Kejelasan

Warga Tanjunguma, Batam Tuntut Kejelasan

Perusahaan Terus Bergerilya

BATAM (HK) - Warga Bukit Timur Atas, Tanjunguma-Lubukbaja, terus siaga. Pasalnya, developer yang akan menggusur mereka dari kawasan itu terus bergerilya mendekati warga secara perorangan.
" Dua hari lalu, ada dua orang yang menerima ganti rugi, padahal kelompok warga belum pernah diajak duduk bersama," ujar Koordinator masyarakat, Aidil Jamaludin yang ditemui, Jumat (22/2).

Tak hanya pendekatan biasa, lanjut Aidil, pihak developer juga iming-imingi warga dengan janji-janji manis dan bahkan juga ada diintimidasi agar mereka segera meninggal lokasi tersebut. "Ada iming-iming dan intimidasi," katanya.

Dari data sementara, dari 70 KK di tempat itu, kini hanya tinggal 58 KK. Mereka bertahan karena belum ada kejelasan ganti rugi dan juga status lahan yang mereka tempati. " Kami hanya ingin kejelasan," tegas Aidil.

Kekecewaan yang sama diungkapkan Gultom, warga lainnya. Ia mengatakan tak bisa bergeser dari lokasi karena hingga kini ia belum tahu siapa managemen dan juga perusahaan yang mengklaim lokasi mereka.

" Bagaimana kami mau pindah, yang mengaku pemilik lahan saja belum pernah datang menunjukkan batang hidungnya," sesal Gultom.

Pasalnya, kata Gulton, selama ini mereka hanya dihadapkan oleh orang suruhan perusahaan. Terlebih lagi tak pernah menyebutkan secara resmi apa nama perusahaan mereka.

" Kami akan bertahan hingga ada kejelasan, kami juga sadar ini bukan lahan kami tapi setidaknya kami diajak berunding karena awalnya kami juga membeli lahan ini untuk rumah," katanya.

Selain itu, Gultom juga memberikan ralat, bahwa sebenarnya area lahan yang digusur tersebut bukan Kampung Pisang, tetapi sudah masuk di wilayah Bukit Timur Atas. (ays).

Share

Related news items:
Newer news items:
Older news items: