NAGOYA (HK)- Kepulauan Riau merupakan penyumbang wistawan mancanegara (wisman) terbesar ke tiga di Indonesia setelah Jakarta dan Bali. Karena itu, untuk meningkatkan daya destinasi wisata di setiap daerah, perlu ada sinergi antar daerah. Tujuannya agar destinasi daerah lain dapat terus terpromosikan oleh wisman itu sendiri.
Ketua Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) Wiryanti Sukamdani mengatakan, daerah harus terus bersinergi untuk mendorong wisman berkunjung ke daerah lain. Batam memang sangat potensial, namun perlu ada sinergisitas sehingga destinasi yang ada dapat terus terpromosikan sehingga kunjungan dapat terus bertambah.
" Kepri merupakan provinsi yang memiliki potensial dalam bidang pariwisata. Makanya perlu ada kerjasama, mengingat Kepri merupakan daerah penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ketiga," kata Wiryanti, usai pembukaan Rakernas III PHRI, di I Hotel, Kamis (21/2).
Dijelaskan dia keuntungan yang besar dimiliki Kepri, karena Batam sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Hampir setengah jam sekali kapal selalu ada yang berangkat ke sana. Potensi ini, sangat baik. Makanya harus ada sinergi pelaku pariwisata untuk lebih mensukseskan Pariwisata Kepri. Apalagi, lanjutnya Batam, dikenal dengan kota MICE (Meeting, Incentif, Convention, dan Exhibition).
Turut hadir dalam Acara tersebut, Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo dan Direktur Pencitraan Indonesia Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif RI, Esti Reko Astuti, Kadisparbud Kepri Guntur Sakti dan Kadisparbud Batam, Yusfa Hendri.
Direktur Pencitraan Indonesia Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif RI Esti Reko Astuti mengatakan, pemerintah akan membantu dan mendorong agar kabupaten dan kota di Kepri, melakukan kerjasama promosi, termasuk di Singapura dan Malaysia. Ini dipromosikan agar wisman tidak hanya berkunjung ke Batam, masih ada Bintan dan daerah lainya.
" Kita sendiri, sudah ada kegiatan event kementerian seperti Asian Jazz, Tour De Bintan, Devavali. Ini tinggal disinergikan," jelasnya.
Soerya Respationo mengatakan, saat ini peningkatan hotel di Kepri cukup besar, khususnya di Batam. Hal ini diakui akan mengakomodir wisatawan masuk Batam.
" Penginapan di Batam tidak pernah sepi. Banyak pekerja ekspatriat dari Singapura, menginap di Batam. Bahkan, dari Jumat sore hingga Minggu, hotel di Batam rata-rata hampir penuh," katanya. (mnb)Share
Newer news items:
- Maret, 63 Pabrik Tahu Dibangun di Batam
- Merga Silima Batam Dikukuhkan
- Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Hadir di Batam
- Pelanggan Haluan Kepri Dapat Asuransi
- 34 Orang Terjaring Operasi Pekat di Batam
- Waspadai Penipuan Mengatasnamakan PMII Kota Batam
- 6 Perumahan di Batuaji, Batam Keluhkan Banjir
- Bapedalda Batam Didesak Tetapkan Tersangka
- 375 CJH Batam Berangkat Tahun Ini
- Pengurus IKMB Dilantik Hari Ini
Older news items:
- Kasdim Batam : Tak Ada Upaya Penyelamatan
- Listrik Mati, Pelanggan di Batam Diberi Kompensasi
- ATB Batam Sumbang 112 Kantong Darah
- LPDB-KUMKM Siapkan Rp100 M untuk Kepri
- Nelayan Batam Keluhkan Minimnya Stok Solar
- Ruslan Siap Tempuh Jalur Hukum
- Oknum Polisi 'Terlibat' Pelansir Solar di SPBU Tembesi, Batam
- Berhala Milik Kepri, MK Tolak Gugatan Pemprov Jambi
- Toyota Bidik 35,5% Pasar Otomotif Kepri
- Staff Ahli Bukan Jabatan Non Job
