TANJUNGPINANG (HK)- Sebanyak 44 anggota DPRD Kepri berencana mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) ke Malang, Jawa Timur (Jatim) bulan Maret nanti. Guna menyukseskan kegiatan itu, sudah dianggarkan dana sekitar Rp400 juta.
Sumber Haluan Kepri di internal DPRD Kepri menyebutkan, anggaran Rp400 juta itu untuk mempersiapkan segala fasilitas buat seluruh legislator Kepri, mulai dari hotel, makan minum, hingga akomodasi berupa bus VIP yang nantinya akan digunakan seluruh anggota dewan beserta sejumlah stafnya. Bimtek akan berlangsung empat hari tiga malam dengan rute akan dimulai dari Kota Batu yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari Malang. Kemudian rombongan akan berkunjung ke Gunung Bromo. Hari terakhir akan diisi dengan kegiatan di Kota Surabaya.
Menurut sumber, rencana bimtek 44 Anggota DPRD Kepri ini, sebenarnya sudah dimulai dengan survei lokasi yang dilakukan dua pejabat di lingkungan Setwan DPRD Kepri pada Januari lalu. Setelah survei dilakukan, muncullah besaran angka anggaran yang mencapai Rp400 juta tersebut.
Bimtek ini sebenarnya sudah sempat ditolak oleh beberapa anggota DPRD Kepri, di antaranya Ketua Komisi I, Sarafudin Aluan. Dia menilai, bimtek ini belum perlu dilaksanakan tahun ini.
"Kemarin dalam rapim (rapat pimpinan), sejumlah anggota mengusulkan kegiatan bimtek ke Malang, Jawa Timur. Tapi saya salah satu anggota yang menolak keras agenda itu," ujar Ketua DPW PPP Kepri ini.
Pendapat lain datang dari Ketua Fraksi PPP Plus, Ahars Sulaiman. Ia menyatakan sejak jauh-jauh hari untuk tidak akan mengikuti kegiatan bimtek tersebut. Bukan karena menolak program tersebut, melainkan banyak kegiatan partai di bulan Maret yang tidak bisa ditinggalkannya.
"Soal lokasi bimtek yang jauh sampai ke Malang, itu karena bimtek yang mau digelar dalam bentuk out door atau seperti out bond gitu," katanya.
Rudi Chua, anggota Komisi II DPRD Kepri mengaku malah tidak tahu sama sekali dengan rencana bimtek yang digagas sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kepri itu.
"Coba tanya ke pimpinan dewan atau pimpinan komisi mengenai hal itu. Saya saja baru tahu dari media mengenai adanya bimtek itu," katanya. (rul)Share
Newer news items:
- Maret, 63 Pabrik Tahu Dibangun di Batam
- Merga Silima Batam Dikukuhkan
- Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Hadir di Batam
- Pelanggan Haluan Kepri Dapat Asuransi
- 34 Orang Terjaring Operasi Pekat di Batam
- Waspadai Penipuan Mengatasnamakan PMII Kota Batam
- 6 Perumahan di Batuaji, Batam Keluhkan Banjir
- Bapedalda Batam Didesak Tetapkan Tersangka
- 375 CJH Batam Berangkat Tahun Ini
- Pengurus IKMB Dilantik Hari Ini
Older news items:
- Kasdim Batam : Tak Ada Upaya Penyelamatan
- Listrik Mati, Pelanggan di Batam Diberi Kompensasi
- ATB Batam Sumbang 112 Kantong Darah
- LPDB-KUMKM Siapkan Rp100 M untuk Kepri
- Nelayan Batam Keluhkan Minimnya Stok Solar
- Ruslan Siap Tempuh Jalur Hukum
- Oknum Polisi 'Terlibat' Pelansir Solar di SPBU Tembesi, Batam
- Berhala Milik Kepri, MK Tolak Gugatan Pemprov Jambi
- Toyota Bidik 35,5% Pasar Otomotif Kepri
- Staff Ahli Bukan Jabatan Non Job
