Jumat03012013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Waspadai Penipuan Mengatasnamakan PMII Kota Batam

Waspadai Penipuan Mengatasnamakan PMII Kota Batam

BATAM CENTRE (HK)- Majelis Pembina Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Batam mengingatkan kepada pemerintah dan pihak swasta agar tidak mudah percaya kepada oknum-oknum yang mengatasnamakan PMII untuk meminta dana dengan alasan menggelar kegiatan.

"Jangan percaya dengan pihak-pihak yang membuat proposal mengatasnamakan PMII untuk meminta dana. Itu hanya tipuan dan jika ada segera hubungi majelis pembina," kata Majelis Pembina Cabang PMII, H Baru Rochim, SE, di Sekretariat PMII, Batam Centre, Minggu (24/2).

Baru Rochim mengatakan pihaknya mengetahui oknum yang mengatasnamakan PMII untuk meminta dana itu setelah beberapa instansi baik swasta maupun pemerintah melakukan konfirmasi kembali kepadanya terkait proposal kegiatan tersebut. Padahal PMII tidak pernah mengeluarkan proposal untuk meminta dana kegiatan yang dimaksud.

"Kami banyak menerima laporan sehingga sangat meresahkan atas ulah oknum yang mengaku dari PMII tersebut," kata Baru Rochim.

Untuk itu Ketua PW Ansor Kepri ini meminta kepada pemerintah dan masyarakat jika ada yang meminta dana dengan alasan untuk menggelar kegiatan segera lapor sehingga bisa ditelusuri. Sebab hal itu akan berdampak pada pemerintah dan pihak swasta yang nantinya bisa dirugikan.

Ia pun kembali mengimbau kepada instansi pemerintah dan sawsata serta seluruh masyarakat agar mewaspadai adanya praktek-praktek penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan pihaknya tidak bertanggung jawab jika terjadi penipuan yang mengatasnamakan PMII.

Senada dengan itu, Ketua Umum PMII Kota Batam, Rizki Firmanda mengaku beberapa minggu terakhir mereka mendapat laporan bahwa sejumlah oknum tertentu mengaku sebagai pengurus PMII membuat proposal kegiatan untuk meminta dana. Padahal pengurus sendiri tidak pernah mengeluarkan proposal kegiatan yang dimaksud.

Untuk itu dia berharap instansi pemerintah maupun swasta agar berhati-hati dengan aksi penipuan tersebut.

"Kami berharap pemerintah dan pihak swesta lebih jeli melihat masalah ini dan tidak usah melayani proposal gadungan tersebut," harapnya. (ulo)

Share

Newer news items:
Older news items: