Belum diperoleh informasi pasti soal agenda Anas ke Batam. Apakah terkait kepartaian pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ataukah hanya urusan pribadi.
Menurut kicauan seseorang lewat akun Twitter-nya bernama @ar_ipin mengaku melihat Anas tengah bersantap siang di sebuah rumah makan yang menyajikan hidangan laut di kawasan Nongsa, Batam.
"Barusan ketemu Anas, duduk sebelahan di RM Sri Rejeki Nongsa Batam. Keliatannya doi masih enjoy nikmatin hidupnya tuh," tulis sang pemilik akun sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (24/2).
"Ya iyalah. Emang mau ngapain doi? Orang hidupnya tinggal hitung hari berujung di Monas! Hehe," sahut pemilik akun @SiBinokiYo, pada jam yang sama.
Informasi yang dihimpun Haluan Kepri, Anas Urbaningrum terbang ke Batam dengan pesawat Garuda Indonesia GA 0152 pukul 09.00 WIB dari Jakarta dan mendarat sekitar pukul 10.15 WIB di Bandara Hang Nadim, Batam.
Menurut salah seorang petugas salah satu konter maskapai di Bandara Hang Nadim, Anas tidak sendirian. Bersama Anas terlihat seorang anak perempuan berusia sekitar 7 tahun.
"Orang yang mirip sekali Pak Anas itu bersama anak perempuan berusia tujuh tahunan," tutur sumber yang minta namanya tidak ditulis di koran.
Sementara itu, sumber lain mengatakan, ia melihat Anas Urbaningrum di lobi bandara. Selain Anas, ia juga melihat dua orang pria diduga sebagai pengawal.
"Dia (Anas, red) terlihat menyalami seorang pria paruh baya. Saya berada di samping pria yang disalami Anas itu," kata Artha, sebut saja namanya begitu.
Karyawan maskapai plat merah itu juga mengakui sempat menegur Anas. "Ketika saya panggil Pak Anas, dia (Anas, red) menoleh ke saya sambil tersenyum," tuturnya.
Kehadiran Anas Urbaningrum menarik perhatian orang-orang yang kebetulan siang itu ada di Bandara Hang Nadim. Tak hanya petugas pengamanan BP Batam, Imigrasi, maskapai, penumpang yang baru turun dari pesawat lain pun mengaku menoleh ke Arah Anas.
"Ya kaget aja lihat Anas Urbaningrum, kan dia terkenal," ucap, Andre, salah seorang penumpang Lion Air dari Jakarta.
Sementara itu, soal 'penampakan' Anas Urbaningrum di Bandara Hang Nadim, dibantah Kepala Bagian Umum dan Keuangan Badara Hang Nadim Batam, Suwarso.
"Tidak ada Anas Urbaningrum di Hang Nadim. Itu hanya isu saja. Tadi saya udah komunikasi ke semua pihak keamanan bandara, dua hari ini tidak ada Anas Urbaningrum di Bandara Hang Nadim," kata Suwarso saat dihubungi, kemarin.
Ditanya apakah betul Anas kembali ke Jakarta lewat ruang keberangkatan VIP Bandara Hang Nadim, Suwarso juga membantah.
"Yang ada hari ini (kemarin, red) lewat ruangan VIP kita hanya Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan perwira TNI AD saja, tidak ada Anas Urbaningrum," ucapnya.
Ahmad Daulay, Protokol VIP Bandara Hang Nadim mengatakan, pihaknya belum ada menerima laporan bahwa ada Anas Urbaningrum melalui VIP Bandara Hang Nadim. Menurutnya, kalau secara intitusi kemungkian melalui VIP, dirinya pasti mengetahui. Tapi kalau perorangan tidak melalui VIP, tapi melalui jalur keberangkatan biasa, ia tidak tahu.
Tidak Tahu
Beberapa sumber di internal Demokrat yang dikonfirmasi soal kehadiran Anas Urbaningrum, semuanya menjawab tidak tahu. Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, Apri Sujadi mengaku baru mengatahui kalau Anas di Batam lewat situs berita portal. "Saya tahu dari berita portal," katanya dikonfirmasi, tadi malam.
Terpisah, Sekretaris DPD PD Kepri, Surya Sardi mengaku juga tidak mengatahuinya. Lagian juga, kata Surya, PD sendiri tidak ada agenda, Minggu (24/2).
"Mohon maaf kurang tau. Saya baru pulang dari Makassar," tulis Surya dalam pesan singkatnya.
Surya menyatakan, pihaknya baru akan menggelar rapat, Senin (24/2) hari ini.
Sementara itu, mantan Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Batam, Surya Makmur Nasution juga mengaku tidak tahu. Legislator asal Partai Demokrat ini mengaku seharian dirinya berkutat dengan berbagai kegiatan, di antaranya pertemuan dengan masyarakat di Tanjunguncang, bertemu dengan alumni IAIN Sumatera Utara dan bertemu dengan pedagang kaki lima.
"Maaf, abang tidak tahu," tulisnya dalam pesan singkatnya.
Ketika disinggung apakah ada agenda KAHMI, Surya menyatakan tidak ada.
Anas Gelar Pertemuan
Setelah sempat pergi ke Batam, mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum kembali pulang ke rumah pribadinya di Duren Sawit. Setibanya di rumah pribadinya, Anas pun bakal langsung menggelar pertemuan dengan kerabatnya.
Sebuah mobil yang menjadi tunggangan Anas sehari-hari, Nissan Elgran warna hitam B 1683 NKP, terlihat memasuki pelataran rumah Anas di Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit. Memang tidak terlihat jelas siapa orang yang ada di dalam mobil itu.
Kaca mobil itu terus tertutup. Begitu mobil ini masuk ke pelataran parkir, pintu gerbang pun kembali ditutup.
Yang terdengar jelas hanyalah suara pengajian dari dalam rumah. Soal kepastian Anas yang sudah tiba ini sendiri disampaikan oleh salah satu koleganya.
"Sudah ada di Duren Sawit, setelah ini ada pertemuan," jelas Wakil Direktur Eksekutif Bidang Pembinaan SDM Partai Demokrat, M Rahmad saat dihubungi, kemarin.
Sementara itu, Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat (PD) Toto Riyanto menyatakan bahwa dengan berhentinya Anas Urbaningrum maka untuk sementara tugas-tugas DPP dijalankan dua Wakil Ketua Umum, Sekjen, dan Direktur Eksekutif.
Hal itu disampaikan di Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu dini hari, seusai pertemuan Majelis Tinggi yang berlangsung tertutup. Namun, kata Toto, dalam pelaksanaan tugasnya mereka berkonsultasi dengan Ketua Majelis Tinggi.
Disampaikan pula bahwa Partai Demokrat belum menerima surat resmi dari Anas Urbaningrum sesuai dengan etika dan tata administrasi yang biasa berlaku di organisasi.
"Ketua Majelis Tinggi sudah mendengar keterangan pers saudara Anas Urbaningrum sekaligus pernyataan berhenti dari Ketum PD. Meskipun demikian, baik Dewan Pembina maupun Dewan Kehormatan belum menerima surat resmi pengunduran diri dari yang bersangkutan sesuai dengan etika dan tata administrasi yang biasa berlaku di sebuah organisasi," katanya menjelaskan.
Terkait dengan kasus hukum yang dihadapi oleh Anas Urbaningrum, tambah dia, keluarga besar Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku demi keadilan.
Sidang yang berlangsung hingga dini hari itu diikuti oleh antara lain delapan tokoh Majelis Tinggi yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie, Sekretaris Dewan Pembina Jero Wacik, Sekretaris Dewan Kehormatan TB Silalahi, dua Wakil Ketua Umum DPP Max Sopacua dan Jhonny Alen, Sekretaris Jenderal DPP Edhi Baskoro Yudhoyono, dan Direktur Eksekutif DPP Toto Riyanto.
Anas Bakal Gugat KPK
Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya menyatakan pihaknya akan membawa masalah bocornya draf surat perintah penyidikan (Sprindik) mantan ketua umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke ranah hukum.
Formulasi laporan hukum terkait bocornya draf Sprindik itu tengah disiapkan. "Ya, rencananya begitu," kata Firman, kemarin.
Namun, Firman tak menyebut kemana akan melaporkan bocornya draf Sprindik itu. Karena, formulasi hukum laporan tersebut masih disiapkan.
Seperti diketahui, beberapa pekan sebelum Anas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Hambalang, draf Sprindik atas tersangka Anas beredar di masyarakat, khususnya wartawan. (jua/fur/dtc/rol)
- Eselon II Pemko Batam Teken Pakta Integritas
- Aliansi LSM Demo DPRD Batam
- Nuraeni Dapat 50 Jahitan di Kepala
- Walikota Batam Sidak Drainase MukaKuning
- Kasus Korupsi Dana Hibah Pemko Batam
- Keluarga Usman Ultimatum Oknum Dewan Batam
- Enam Twin Blok di Batam Beroperasi Tahun Ini
- Sosialisasi Jamkesmas di Batam Dinilai Terlambat
- Reklame Tak Berizin di Batam Ditertibkan
- Anas Bertemu Pengusaha Asal Kepri
- Pengurus IKMB Dilantik Hari Ini
- Gamawan: e-KTP Gratis Selamanya
- Warga Tanjunguma, Batam Tuntut Kejelasan
- PLN Batam Akan Jalani Sesuai Aturan
- Tingkatkan Daya Destinasi Wisatawan di Kepri
- Diduga Serangan Jantung, Staff Ahli Meninggal Usai Rakor
- Mogok Buruh PT Agam Patra, Batam Berlanjut
- Anggota DPRD Kepri Akan Bimtek ke Malang
- Sky Aviation Terbang ke Pontianak
- Gudang Solar Ilegal di Batam Tiarap
