Jodoh (HK)- Badan Narkotika Nasional (BNN) akan membangun pusat rehabilitasi pencandu narkotika dan obat berbahaya (narkoba) di Batam pada tahun anggaran 2013. Dalam pembangunan tersebut, BNN bekerjasama dengan BP Batam dan Pemko Batam.
Rencananya, gedung pusat rehabilitasi tersebut terletak di belakang kantor Badan Narkotika Propinsi (BNP) Kepri di Nongsa. Untuk pembangunannya dimulai Juni mendatang dan ditargetkan rampung akhir 2013.
Demikian Dikatakan Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) BNN, dr Dominggus Sarambu saat acara rapat koordinasi penanggulangan narkoba di Hotel Novotel Batam, Selasa (26/2).
" Keberadaan pusat rehabilitasi ini merupakan program pembangunan pusat rehabilitasi di empat pulau yakni Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Dimana Batam akan mewakili Pulau Sumatera," katanya menjelaskan.
Ia menyebutkan, Pulau Kalimantan akan diwakili oleh Kota Samarinda yang rencananya akan dibangun tahun 2013 ini. Sementara dua diantaranya yang sudah ada, yakni di Lido Bogor mewakili Pulau Jawa dan Makassar mewakili Pulau Sulawesi.
" Jadi nantinya empat pulau besar akan punya tempat rehabilitasi," katanya.
Dikatakan dia, pusat rehabilitasi Lido Sukabumi saat ini bisa menampung sebanyak 750 pecandu narkoba, sementara di Badoka Makassar dapat menampung 200 kapasitas pecandu narkoba. Sementara di Batam dan Samarinda, dialokasikan bisa menampung hingga 200 orang pecandu narkoba.
Pembangunan gedung pusat rehabilitasi beserta fasilitasnya, kata dia, akan menghabiskan dana sebesar Rp50 miliar di luar pematangan lahan yang sudah disiapkan BP Batam dan Pemko Batam.
" Pusat rehabilitasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pecandu narkoba," tambahnya.
Selain membangun pusat rehabilitasi, BNN bekerjasama dengan sejumlah pihak dengan membentuk focus group discussion (FGD). Ini ditujukan untuk memetakan persoalan besar yang menyebabkan angka pengguna Narkoba tinggi di Batam.
Empat Meninggal Setiap Hari
Berdasarkan data yang dimiliki BNN, di Indonesia terdapat sedikitnya empat orang yang meninggal dunia setiap hari karena ketergantungan Narkoba. Sementara 80 persen penghuni Lapas merupakan orang-orang yang terlibat kasus Narkoba.
" Ada dua fakta mencengangkan, empat orang meninggal setiap harinya dan 80 persen penghuni Lapas adalah kasus Narkoba," ujar Dominggus.
Kasus ketergantungan ini, lanjutnya, diawali dari coba-coba, kemudian dipengaruhi gaya hidup, gaya hidup tak pede dan juga pengaruh lingkungan.
Kepala Rutan Baloi Batam, Anak Agung Gde Krisna yang hadir di acara rakor tersebut, mengatakan dari 400 warga binaan, 109 orang diantaranya merupakan tahanan kasus Narkoba.
" 109 dari 400an yang merupakan kasus Narkoba, sementara secara nasional ada 80 persen yang merupakan kasus Narkoba," ujar Anak Agung.
Sementara data di Lapas Batam, saat ini ada 658 Napi dari 900an yang merupakan kasus narkoba, berdasarkan data Januari 2013. (ays).Share
Newer news items:
- Motif Penembakan di Jodoh Square, Batam Belum Diketahui
- Setiap Tahun, Ratusan Pelajar Singapura Kunjungi Batam
- Dua Kapal Roro di Pelabuhan Punggur, Batam Naik Dock
- BP Batam Perketat Izin Titik Reklame
Older news items:
- Anas Bertemu Pengusaha Asal Kepri
- Reklame Tak Berizin di Batam Ditertibkan
- Sosialisasi Jamkesmas di Batam Dinilai Terlambat
- Enam Twin Blok di Batam Beroperasi Tahun Ini




