BATAM (HK) - Aksi koboy yang dilakukan oleh Ag dengan menembak betis temannya Hs di Jodoh Square, Senin (25/2) kemarin malam, masih menyisahkan pekerjaan rumah (PR) bagi pihak kepolisian. Hingga saat ini, motif dibalik penembakan tersebut belum diketahui.
Pasalnya, hingga kini keberadaan Ag (Pelaku penembakan) masih dilacak oleh pihak kepolisian. Dan bahkan sempat berhembus kabar kalau pelaku telah pergi meninggalkan Batam.
Informasi yang dihimpun di lapangan dan juga hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), disimpulkan sementara bahwa Hs merupakan korban salah sasaran tembak yang dilakukan Ag. Karena awalnya pelaku Ag cekcok dengan Ma.
"Kuat dugaan Hs korban salah sasaran," ujar Kapolsek Batuampar, Kompol Zaenal Arifin di kantornya, Rabu (27/2).
Dugaan tersebut, lanjut Zaenal, karena penembakan ini diawali dengan Ag menelepon Ma untuk bertemu di kafe Cindy (Lokasi kejadian). Karena waktu ditelepon, Ma sedang bersama Hs. Maka Hs sekalian diajak oleh Ma untuk bersama-sama ketemu dengan Ag.
"Sebenarnya Hs hanya menemani Ma ketemu dengan Ag. Jadi motif penembakan itu bisa diketahui, apabila pelaku ssudah tertangkap. Karena baik korban dan saksi tidak tahu pasti, kenapa tiba-tiba ada penyerangan," tegas Perwira Akpol angkatan 1999 ini.
Salah satu saksi di lapangan, Emi mengatakan bahwa mereka dikejutkan dengan suara letusan yang datang secara tiba-tiba. Selain itu, ia sempat melihat adanya aksi kejar-kejaran kurang lebih tiga orang pria.
Beberapa saat kemudian, salah satu diantaranya terkapar dan dibawah oleh tukang ojek ke RS Hermina Batuaji.
Melalui Pelabuhan Tikus
Menanggapi kasus penembakan yang terjadi di Komplek Jodoh Square, Senin (25/2) malam lalu, praktisi hukum dan juga politisi senior Kepri, Taba Iskandar, SH MH Msi menegaskan bahwa kejadian itu menjadi PR bagi kepolisian untuk segera dituntaskan.
Selain karena motif dan pelakunya belum tertangkap, polisi juga dituntut mengungkap Senpi yang digunakan Ag untuk menembak HS dan MA. "Ini PR besar bagi polisi. Harus bisa mengungkap kepemilikan senjata api pelaku," tegas Taba Iskandar SH MH MSi kepada Haluan Kepri di Batam Centre.
Kejadian di Jodoh Square, lanjutnya, merupakan pelajaran penting yang mengindikasikan bahwa di Batam masih banyak senpi ilegal beredar, dan ini harus diselidiki agar angka kriminal bisa diminimalisir.
"Ini pertanda, kalau di Batam masih marak senpi ilegal beredar," kata mantan Ketua DPRD Kota Batam ini.
Banyaknya pelabuhan tikus di Batam, lanjut Taba, kuat dugaan menjadi pintu masuknya senpi ilegal di kota industri ini. Karena di pelabuhan ini, kata dia, tidak terdeteksi jenis barang yang masuk maupun keluar.
"Untuk dapat meminimalisir peredaran Senpi ilegal, polisi secara khusus melakukan razia Senpi," himbuh Taba. (ays)Share
Newer news items:
- Lima Hotel Berbintang di Batam Dibangun di 2013
- Pengusaha Batam Inisial I Kabur
- "Sedang Apa Anak Saya ya"
- Terbelit Utang Mabok, Nekat Curi Motor
- FKPPB Gelar Sarasehan Antar Umat Beragama
- 4 Bocah di Batam Ditemukan Tewas
- Jadikan Tahun Ini Nol Pelanggaran
- TKI Dideportasi dengan Tubuh Penuh Luka
- BLK Batam Akan Diubah Jadi BLU
- Sambut MTQ, Gedung Pemko Batam Akan Dibagun Menara
Older news items:
- Kapolda Kepri Tarik Anggotanya yang Lakukan Penarikan Mobil
- 191 e-KTP Rusak di Batam Dikembalikan ke Pusat
- Jumat Ini, Sidang UMK Batam Diputuskan
- BNN Bangun Pusat Rehabilitasi di Batam
- Terbang Perdana, Sky Angkut 160 Penumpang
- Demo PMII Batam di Graha Kepri Ricuh
- Pulau Galang Jadi Objek Wisata Berkelanjutan
- Kabur Setelah Tembak Teman Sendiri
- Finalisasi Perhitungan Asuransi Bumi Asih Akhir Bulan Ini
- Herbudi: Tunggu Musprov KNPI Kepri
