Karena saat diantar dua bulan lalu, kondisi tubuhnya sangat lemah. Warga yang melihatnya tak berdaya membawanya ke Masjid Agung, Batam Centre. Oleh Ketua Paguyuban Jawa Barat, Dede Suparman, Jesika dibawa ke RSUD Embung Fatimah, Batuaji. Saat ini, Jesika dirawat di ruang isolasi No 23 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.
" Dia belum mau bicara banyak, mungkin masih terguncang dengan peristiwa yang dialaminya. Kalau pun bicara suaranya kecil sekali. Saat ini, dia hanya bisa berbaring setengah badan, bahkan kalau makan harus disuapin," ujar perawat RSUD Embung Fatimah, kemarin.
Setelah menunggu beberapa lama, Jesika mulai mau bercerita saat Haluan Kepri mewawancarainya. Dengan suara sangat pelan, ia mengaku dipulangkan dari Malaysia menggunakan kapal laut oleh orang yang tidak dikenalnya sekitar dua bulan lalu.
Setibanya di pelabuhan Batumerah, Batam, ia ditinggalkan begitu saja. Saat itu kondisi fisiknya sangat lemah. Melihat ada wanita tergolek tak berdaya, warga sekitar membawanya ke Masjid Agung Batam Centre.
Ketua Paguyuban Jawa Barat Provinsi Kepri Dede Suparman mengatakan ia langsung bergerak begitu mendapat kabar ada seorang TKI asal Jawa Barat yang pulang dengan tubuh penuh luka bakar dan teraniaya.
Saat dicek Pelabuhan Batu Merah, ternyata Jesika sudah diantarkan ke Masjid Agung Batam center. Kemudian ia berkoordinasi dengan pihak masjid supaya langsung diantarkan ke RSUD Embung Fatimah, Batuaji.
" Yang mengantarkan korban warga setempat. Setelah itu, saya langsung koordinasi dengan Pihak masjid supaya diantarkan ke RSUD," ujarnya.
Setelah tiba di RSUD Batam, dia langsung koordinasi dengan Dinsos Batam. Pihak Dinsos Batam langsung merespon dengan baik. Koordinasi juga dilakukannya dengan Dinsos Jawa Barat, Dinas Ketenagakerjaan yakni Ka BP3APKKS Jabar Dr Hj Neny Kencana Wati dan P2TP2A Jabar Dra Yeni Huryani,SH,MHum serta Polda Jabar AKP Yayah Rokayah.
" Pihak perwakilan dinsos jabar merespon dengan baik. Buktinya mereka sudah tiba di Batam, dan sebentar lagi tiba di RSUD Batam,"papar Dede.
Mengenai Paspor korban, Dede mengatakan kalau dilihat dari cacatan Dinsos kemarin lalu korban datang melalui paspor Belakang padang, Kepri. Yang jelas pihaknya masih mengecek semua dokumennya, apakah ada kejanggalan.
Terpisah, Ka BP3APKKS Jabar, Dr Hj Neny Kencana Wati, Msi mengatakan, untuk penanganan korban pihaknya akan koordinasi dengan rumah sakit RSUD Embung Fatimah. Apakah sejauh mana penanganan kasusnya, dan seperti apa penyakit yang dideritanya korban serta apa yang membuat badannya ada luka bakar.
" Sejauh ini, kita masih koordinasi dengan intansi terkait. Setelah itu kita akan membuat langkah baru untuk bagaimana selanjutnya. Kemudian itu, kita akan dihubungkan dengan Kementerian Sosial di Jakarta baru korban boleh dibawa pulang ke Jawa Barat" ujarnya. (cw71)
- Rina Dipanggil Setelah Semua Saksi Diperiksa
- Terancam Hilang, Karang Helend dan Benteng Akan Direklamasi
- Pertumbuhan Usaha Kuliner di Batam Diprediksi Naik 80%
- Lima Hotel Berbintang di Batam Dibangun di 2013
- BP Batam Perketat Izin Titik Reklame
- Dua Kapal Roro di Pelabuhan Punggur, Batam Naik Dock
- Setiap Tahun, Ratusan Pelajar Singapura Kunjungi Batam
- Motif Penembakan di Jodoh Square, Batam Belum Diketahui



