TEMBESI(HK)- Wakil Kepala Staf Angkatan Darat ( WaKSAD), Letjen TNI Moeldoko melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Yonif 134/TS di Tembesi, Batam, Kamis (28/2). Dalam kunjungan tersebut, Moeldoko memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Yonif 134/TS.
Dalam pengarahannya, Moeldoko mengatakan prajurit Yonif 134/TS di tahun sekarang harus nol pelanggaran. Artinya, prajurit Yonif 134/TS dengan sekecil mungkin agar tidak ada yang melanggar, baik dalam tugas ataupun disaat bergaul dengan masyarakat.
Untuk mengatasi pelanggaran tersebut, lanjut dia, prajurit harus tetap disiplin dan memegang teguh dan selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan delapan Wajib TNI juga tetap solid dan kuat dalam pelaksanaan tugas dalam mendukung Satuan Yonif 134/TS.
"TNI itu harus bisa memberi contoh dan menjaga masyarakat. TNI harus tetap utuh dan sukses dalam pelaksanaan tugas pokok TNI AD, terutama dalam menjaga wilayah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari gangguan luar atau asing, maupun dari dalam yang berupa rong-rongan. Dengan tekad dan tujuan utama yakni tetap tegaknya NKRI yang kita cintai ini,"ungkap Muldoko penuh semangat.
Saat kunjungan tersebut, WaKSAD didampingi oleh Panglima Komando Daerah I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Lodwijk F. Paulus, Komandan Korem (Danrem) 033/WP Tanjung Pinang, Brigjen TNI Denny K Irawan, Dandim 0316 Batam, Letkol Inf Ahmad Rizal Ramdhani serta rombongan. Kedatangan WaKSAD tersebut, diterima langsung Pjs Danyonif 134/TS, Kapten Antoni beserta seluruh jajaran Perwira Staf Yonif 134/TS dan prajurit pasukan.
Komandan Korem (Danrem) 033/WP Tanjungpinang, Brigjen TNI Denny K Irawan mengatakan, mengingat wilayah Kepri merupakan wilayah kepulauan yang berdekatan dengan negara asing tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh komponen bangsa ini. Terutama, bagi prajurit TNI yang bertugas di pulau-pulau terdepan di Kepri ini.
" Kita harus punya konsep yang jelas serta dukungan alutsista yang memadai untuk menghadapi gangguan dari luar. Dimana, selama ini banyak gangguan yang datang dari negara tetangga yang berupaya memancing-mancing kegaduhan terhadap NKRI. Dari itu, dengan adanya konsep yang khas untuk pembentukan bataliyon terdepan di Natuna nanti, tentunya ini sangat besar perannya dalam membentengi ganguan yang datang dari luar," kata Denny.
Dikatakan Denny, dengan dibentuknya bataliyon terdepan di pulau Natuna sebagai pos depan utama, tentunya ini akan menjadi filter bagi NKRI dalam menghadapi ancaman. Dengan didukung pula dengan peralatan alutsista yang yang memadai, terang Denny, tentunya kita bisa melakukan melakukan pelatihan yang mandiri dengan berbasiskan kekuatan satuan tempur prajurit yang kuat, terlatih dan profesional.
" Kita ingin memiliki kendaraan taktis lapisbaja, meriam dan kendaraan taktis untuk mengadapi kondisi alam, yang bisa di darat, di rawa, di laut dan di udara. Saat ini, kita sedang mengupayakan dan mengajukan untuk terlaksananya konsep ini dengan segera. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini melalui mekanisme dukungan anggaran dari pemerintahan, semua cepat terwujud," harap Denny. (vnr)
- Rina Dipanggil Setelah Semua Saksi Diperiksa
- Terancam Hilang, Karang Helend dan Benteng Akan Direklamasi
- Pertumbuhan Usaha Kuliner di Batam Diprediksi Naik 80%
- Lima Hotel Berbintang di Batam Dibangun di 2013
- BP Batam Perketat Izin Titik Reklame
- Dua Kapal Roro di Pelabuhan Punggur, Batam Naik Dock
- Setiap Tahun, Ratusan Pelajar Singapura Kunjungi Batam
- Motif Penembakan di Jodoh Square, Batam Belum Diketahui



