Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Yusfa Hendri didampingi Kabid Sarana dan Prasarana Objek Wisata Disparbud Kota Batam Rudi Panjaitan ditemui, Jumat (1/3).
Lima hotel tersebut berada di Sei Panas dibangun oleh PT Liory, Nagoya Hill Hotel, N Hotel di belakang BCS Mall, dan dua hotel di kawasan Sukajadi.
"Di Sukajadi akan dibangun dua hotel, tetapi yang sudah ada izin baru satu," ujar Yusfa.
Sementara, tahun 2012 lalu telah mulai beroperasi tujuh hotel berbintang empat dan lima, yakni Hotel GGI, Hotel Nagoya Mansion, Hotel Swiss Bell di kawasan Harbourbay, BCC Hotel, King Hotel, Hotel Utama di kelas bintang empat, serta Montigo Resort di kelas bintang lima.
Selain hotel berbintang, juga terdapat lebih dari 10 hotel non bintang, baik dibangun baru, maupun perubahan peruntukan dari ruko (rumah toko) menjadi hotel melati.
"Dengan bertambahnya hotel di Batam, saat ini tercatat 169 hotel berbintang dan non bintang dengan jumlah kamar mencapai 7.000. Jumlah ini sangat cukup untuk mendukung Batam sebagai satu dari 16 kota tujuan MICE (meeting, incentives, conferences dan exhibitions). Bahkan di Batam ada hotel yang menyediakan ballroom dengan daya tampung hingga 3.000 orang," ujar Yusfa.
Batam juga didukung dengan tersedianya jasa pariwisata penunjang, seperti mal, tour and travel, aksesibility dan transportasi. Untuk mal, Batam memiliki 12 mal dan plaza aktif, didukung sekitar 80 anggota travel agent yang tergabung dalam Asita dan puluhan di luar Asita.
Pada 2012, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Batam sebanyak 1.219.608, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan 2011, yakni 1.161.584 orang. Sementara, survei statistik menunjukan 5 juta orang lalu lintas di Kota Batam. Artinya, dalam setahun ada 7,2 juta orang di Batam. Angka ini sangat menjanjikan untuk berbagai aspek perekonomian, terutama penunjang pariwisata.
Hal ini, sebut Yusfa, tidak mengherankan bila kini bermunculan brand-brand baru di Batam, seperti Nayadam, Kek Pisang Villa, Kek Durian dan sebagainya. Serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), mulai dari restoran, buah tangan, dan lainnya.
Yusfa mengatakan, kesempatan berinvestasi masih terbuka luas di Batam, khususnya di hinterland. "Selama ini pembangunan dan investasi lebih banyak di mainland, kini kita arahkan ke hinterland, seperti di Pulau Abang Besar, Pulau Abang Kecil. Kawasan ini telah kita tetapkan sebagai pengembangan ecotourism, pantainya sangat indah, apalagi wisata bawah lautnya. Juga ada beberapa pulau yang memiliki banyak daya tarik. Di daerah ini kita sarankan untuk membangun resort atau cotage, sudah ada yang tertarik," pungkas Yusfa.
- Hasil Visum, 4 Bocah Mati Lemas
- MES Targetkan Bentuk BMT di Setiap Masjid
- Pakai BBM Non-Subsidi, Kendaraan Dinas Ditarik
- Maling Motor di Batam Sekarat Dihajar Massa
- Sambut MTQ, Gedung Pemko Batam Akan Dibagun Menara
- BLK Batam Akan Diubah Jadi BLU
- TKI Dideportasi dengan Tubuh Penuh Luka
- Jadikan Tahun Ini Nol Pelanggaran



