BATAM (HK)- Isak tangis keluarga dan warga sekitar menyambut kedatangan empat korban yang dilaporkan hilang lalu ditemukan tewas di dalam mobil di sekitar Pasar Cik Puan, Bengkong Sadai,Kecamatan Bengkong, Batam, Kamis (28/2) malam.
Suasana duka mendalam terlihat ketika keempat jenazah tiba di rumah duka Kampung Duren, RT 1 RW 6, Kelurahan Sadai, Bengkong, Jumat (1/3) sekitar pukul 17.30 WIB.
Bahkan sejumlah anggota keluarga terlihat meronta-ronta ketika melihat keempat bocah yang masih tetangga ini yang berangkat bermain dalam kondisi sehat, pulang dalam peti mati.
"Mengapa ini terjadi pada kami, apa dosa dan salah kami," teriak, Yasinta, ibu dari Aprilius, satu empat korban.
Sementara orang tua laki-laki dari Aprilius Ama Mado, Yosep Boli hampir terjatuh saat hendak memasuki rumahnya karena tak kuasa menahan duka yang dialaminya.
Keempat jasad bocah malang ini tiba di rumah masing-masing dengan menggunakan tiga mobil ambulance, masing-masing 1 unit mobil ambulance milik DPD Gerindra Kepri, 1 unit milik Rumah Zakat Batam dan 1 unit lagi milik DPW PAN Kepri.
Selain keluarga korban, para pelayat lainnya silih berganti berdatangan ke rumah korban. Tak ketinggalan sejumlah pejabat Pemko Batam dan kepolisian turut hadir menyambut kedatangan korban dari Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) ke rumah duka.
Wakil Walikota Batam Rudi di sela-sela mengunjungi satu persatu rumah duka, ia langsung menyerahkan bantuan untuk biaya pemakaman korban.
"Serahkan pada polisi, saya akan pantau proses hukumnya," tegas Rudi di rumah korban, Jumat (1/3).
Musibah ini, lanjut Rudi, bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tapi juga menjadi duka mendalam bagi Pemko dan masyarakat Batam.
Rencananya keempat bocah itu akan dimakamkan hari ini, Sabtu (3/3) sekitar pukul 09.00 WIB di Pemakaman Umum Seitemiang, Sekupang.
Anak-anak Belum Aman
Kematian empat bocah setidaknya menjadi pelajaran sangat berarti sekaligus menjadi peringatan bagi orang tua.
Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Sudirman merasa prihatin dengan maraknya kasus kekerasan yang berujung kematian di Batam.
"Kami dari KPPAD Kepri ikut berduka, dan mudah-mudahan ini menjadi kasus terakhir tahun ini," kata Sudirman.
Ada dua hal penting dalam kasus ini kata Sudirman, pertama, ini menandakan kalau anak-anak di Batam belum aman. Kedua menjadi pelajaran bahwa orang tua harus meningkatkan pengawasan.
"Kita berharap kejadian ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan keamanan terhadap anak," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, keempat bocah itu sebelumnya dilaporkan hilang ketika bermain, Rabu (27/2) lalu. Namun keesokan harinya, Kamis (28/2) ditemukan dalam kondisi tewas di dalam mobil. Mereka ditemukan menumpuk di jok belakang mobil yang sudah lama teronggok di pasar tersebut.
Hingga saat ini penyebab kematian keempat bocah tersebut belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Informasi di lapangan, keempat bocah itu ditemukan pertama kali oleh pekerja bengkel, tempat mobil itu berada. Pekerja itu curiga karena ada aroma busuk dari salah satu mobil rusak yang ada di depan bengkelnya.
Setelah dicek, ternyata keempat bocah tersebut terlihat menumpuk di jok belakang mobil itu. Kasus penemuan mayat ini lalu dilaporkan ke polisi.
Sejumlah rumor terkait penemuan mayat itupun muncul di masyarakat. Ada warga yang menduga kalau keempat korban awalnya pergi main jauh tapi tak tahu jalan pulang. Bahkan ada yang menyatakan kalau keempatnya telah menjadi korban penculikan.
Salah seorang pedagang di Pasar Cik Puang, Emi (30) mengakui melihat keempat bocah itu dibawa oleh seorang perempuan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna biru. Namun dirinya tidak pernah menduga kalau ibu itu bukan orang tua keempat anak tersebut.
"Sempat melihat keempatnya dibawa perempuan tersebut. Dua anak dibonceng dan dua lagi disuruh berjalan kaki mengikuti ibu tersebut. Tapi saya pikir itu orang tua mereka," tutur Emi saat ditemui di tokonya, Kamis (28/2)
Karena tidak curiga ada penculikan, Emi juga tidak mempermasalahkan hal itu.
Saksi lain, Sandra, penjaga toko di Cik Puan mengatakan sebelumnya ia sempat melihat keempat bocah itu sedang bermain sambil mencari botol dan gelas agua. Namun ia tak melihat kalau keempatnya dibawa oleh seseorang.
Maria Yuliana (22), orang tua korban Elsa dan Ferson mengatakan, tidak biasanya kedua anaknya tak pulang hingga jam makan siang. Karena biasanya hanya main di sekitaran rumah mereka.
"Biasanya mereka pulang makan siang," ujar ibu muda ini.(ays/mnb)
- Wako dan Wawako Batam Goro di Pulau Pelampong
- Wawako Batam Buka Pameran Bonsai
- Syamsu: LMP Jangan Menyusahkan Pemerintah
- KPAI Investigasi Kasus 4 Bocah Tewas di Batam
- Hari Ini, Ratusan Papan Reklame di Batam Dibongkar
- Ade Rinaldi Juara Lomba Foto HUT ATB
- Hasil Visum, 4 Bocah Mati Lemas
- MES Targetkan Bentuk BMT di Setiap Masjid
- Pakai BBM Non-Subsidi, Kendaraan Dinas Ditarik
- Maling Motor di Batam Sekarat Dihajar Massa
- Sambut MTQ, Gedung Pemko Batam Akan Dibagun Menara
- BLK Batam Akan Diubah Jadi BLU
- TKI Dideportasi dengan Tubuh Penuh Luka
- Jadikan Tahun Ini Nol Pelanggaran
- 4 Bocah di Batam Ditemukan Tewas
- FKPPB Gelar Sarasehan Antar Umat Beragama
- Terbelit Utang Mabok, Nekat Curi Motor
- "Sedang Apa Anak Saya ya"
- Pengusaha Batam Inisial I Kabur
- BP Batam Perketat Izin Titik Reklame
