Ketua MES Kota Batam Yulfiswandi mengatakan keberadaan MES harus lebih edukatif dalam memberdayakan umat. Ekonomi syariah sekarang berkembang baik di Indonesia, namun belum diikuti dengan sumber daya manusia yang baik. Karena itu, MES memiliki tugas-tugas untuk melakukan pelatihan ekonomi syariah, baik dilakukan di sekolah, kampus maupun di tengah warga, termasuk di lingkungan masjid.
"Mengembangkan ekonomi syariah berbasis masjid dengan bekerja sama dengan DMI dengan mendirikan dan mengembangkan BMT di masjid yang ada. Untuk tahap awal dua masjid yang strategis. Kita akan lakukan mulai dari inisiasi, rekrut karyawan, IT kemudian pendampingan manajeman," ujar Yulfiswandi saat pelantikan pengurus MES Kota Batam periode 1434-1437 H dan dirangkai dengan seminar ekonomi syariah dengan tema 'Peran Lembaga Keuangan Syariah dan OJK dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis Syariah', di Hotel PIH, Jumat (1/3).
Dijelaskannya, sedikitnya terdapat 800 masjid di seluruh Batam. Namun fungsi masjid, kata dia, selama ini masih hanya sebagai tempat ibadah. Belum banyak digunakan untuk kegiatan sosial. "Saatnya pendekatan dengan jemaah masjid dengan cara mendirikan mikro ekononi syariah. Mudah-mudahan ada 1-2 BMT yang berkembang yang kemudian dikembangkan lagi. Karena setiap bulan kita akan lakukan kajian ilmiah," tuturnya.
Pengurus MES Kota Batam dilantik oleh Ketua Umum MES Muliaman D Hadad. Dalam pelantikan itu juga diteken MoU antara MES Kota Batam dengan Dewan Mesjid Kota Batam untuk mengembangkan BMT sebagai sebuah lembaga keuangan mikro syariah.
Dalam paparannya pada seminar tersebut, Muliaman D Hadad yang juga
Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan, saat ini banyak universitas dan sekolah tinggi ilmu ekonomi yang menawarkan program studi ekonomi syariah. Ini berarti pertumbuhan ekonomi syariah akan semakin berkembang ke depannya. "Oleh karena itu jangan khawatir, bagi generasi muda, industri keuangan syariah ini bisa jadi pilihan karir," tutur Muliaman.
Ia menambahkan, dengan berkembangnya lembaga keuangan syariah sampai ke pelosok daerah, diharapkan bisa membuka akses bagi masyarakat yang selama ini tidak merasakan kemudahan akses dalam mengembangkan dunia usahanya. (mnb)Share
Newer news items:
- Wawako Batam Buka Pameran Bonsai
- Syamsu: LMP Jangan Menyusahkan Pemerintah
- KPAI Investigasi Kasus 4 Bocah Tewas di Batam
- Hari Ini, Ratusan Papan Reklame di Batam Dibongkar
Older news items:
- Lima Hotel Berbintang di Batam Dibangun di 2013
- Pertumbuhan Usaha Kuliner di Batam Diprediksi Naik 80%
- Terancam Hilang, Karang Helend dan Benteng Akan Direklamasi
- Rina Dipanggil Setelah Semua Saksi Diperiksa



