Rabu03062013

Last update12:00:00 AM

Back Batam KPAI Investigasi Kasus 4 Bocah Tewas di Batam

KPAI Investigasi Kasus 4 Bocah Tewas di Batam

BATAM CENTRE (HK) - Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan turun ke Batam untuk melakukan investigasi terkait meninggalnya 4 bocah di Kampung Duren, RT 1 RW 6 Kelurahan Sadai, Bengkong pada Kamis (28/2) lalu.

Kasus tersebut menjadi perhatian KPAI, karena dinilai banyak kejanggalan yang perlu ditelusuri lebih mendalam. "Kami akan turun ke Batam untuk investigasi langsung," ujar Ketua KPAI, Arist Merdeka Sirait yang dihubungi melalui telepon Minggu (3/3).

Sesuai agenda kerja, lanjut Arist, dia bersama anggotanya akan tiba di Batam pada Rabu (6/3) mendatang, dan mereka akan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP atas meninggalkan empat bocah ini.

" Di TKP, kita juga akan menggali sejumlah informasi kepada keluarga dan juga orang-orang yang mengetahui kasus kematian keempat bocah itu," ujar Arist.

Selain itu, pihaknya juga akan meminta keterangan langsung dari penyidik Polresta Barelang yang menangani kasus ini, kemudian hasilnya akan dibawa ke Jakarta untuk kemudian dicocokkan dengan sejumlah data yang mereka miliki.

" Dua agenda ini, juga sebagai upaya kami memback- up polisi dalam mengungkap kasus kematian keempat bocah tersebut," ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan, bahwa dengan meninggalnya empat anak secara bersamaan, ini menandakan bahwa Batam telah menjadi daerah yang rawan terhadap anak, dan perlu ada perhatian serius.

Apalagi menurut dia jika mencermati kejadian ini, kematian keempatnya bukan kejahatan terhadap anak, tetapi sudah merupakan bentuk kekerasan terhadap anak.

Hubertus LD salah seorang aktivis Batam, menyambut baik kedatangan Arist Merdeka Sirait di Batam, karena kedatangan mereka menjadi satu harapan terhadap upaya pengungkapan kasus ini.

"Mudah-mudahan kedatangan mereka bisa membantu mengungkap kasus ini," ujar Hubertus singkat.

9 Saksi Diperiksa

Penyidik kepolisian Polresta Barelang terus menyelidiki kasus meninggalnya Ferson (4), Yelsan Fenge (6) Wihelmus Rudi (3) dan Aprilius Ama Mado (5). Namun hingga kini belum ada titik terang yang berhasil disajikan ke keluarga korban.

Bahkan hasil visum yang disampaikan pada Sabtu (2/3) kemarin, secara tegas ditolak oleh keluarga korban karena dinilai tidak masuk akal.

Akibatnya, polisi dari Polresta Barelang terus bekerja keras mengungkap kasus misterius ini. Dan hingga Minggu (3/3) atau tiga hari setelah kejadian, polisi telah memeriksa 9 saksi.

" Ya, udah 9 saksi yang sudah kita mintakan keterangan," uijar salah satu penyidik yang enggang disebutkan namanya, Minggu (3/3).

Jumlah saksi ini bertambah, setelah pada Sabtu sebelumnya 7 saksi telah dimintai keterangan dan pada Minggu (3/3) ada tambahan dua saksi yang menjalani pemeriksaan.

Namun demikian, hingga kini polisi belum menetapkan penyebab kematian keempatnya, karena masih menunggu hasil otopsi.(amir yunus)

Share