Rabu03062013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Panti Pijat Plus-plus di Batuaji Batam, Pemberi Izin dan Pelaku Dosa Besar

Panti Pijat Plus-plus di Batuaji Batam, Pemberi Izin dan Pelaku Dosa Besar

BATAM CENTRE (HK) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri H.Azhari Abbas mengatakan, pemberi izin panti pijat dan orang-orang yang menikmati pijat di tempat pijat plus-plus sama-sama berdosa.
" Kalau yang memberi izin mengetahui pijat yang dizinkannya ada layanan plus-plus dan tidak melakukan tindakan tegas aktivitas tersebut maka dosa yang ditanggunya sama besarnya dengan orang yang berbuat maksiat di tempat itu," ujar Azhari Abbas, kemarin ketika diminta komentarnya soal pijat plus-plus yang marak di Batuaji.

Ia juga menyebutkan, panti pijat yang izinnya semula hanya untuk pijat biasa, kemudian berubah menyediakan pijat plus-plus, sudah bisa dikategorikan melanggar izin. Pemerintah selaku pihak yang memberi izin seharusnya mencabut izin yang sudah diberikan itu.

" Saya sudah dapat informasinya dari teman-teman juga terkait hal tersebut. Kita meminta pihak berwajib menindak tegas hal tersebut karena sudah penyalahgunaan izin yang diberikan,"terangnya.

Ia meminta pemerintah mencabut izin operasional panti pijat tersebut atau menindak tegas oknum-oknum yang menyalahgunakan izin tersebut. Dan yang bisa melakukan ini tentu aparat keamanan dan pihak yang memberi izin.

Ketua I Perpat Batuaji Bondar mengaku prihatin dengan banyaknya panti pijat plus-plus di kawasan Sagulung Batuaji. Maraknya panti pijat plus-plus di kawasan itu dapat merusak mental dan moral generai muda.

" Panti pijat ini yang memberi izin kan Dinas Pariwisata, seharusnya Dinas Pariwisata mengecek kembali, apa benar izin yang diberikan sudah sesuai dengan aktivitas di lapangan. Jika ini dibiarkan bisa merusak mental dan moral generasi muda kita," katanya.

Ia mengatakan, aktivitas panti pijat di kawasan Sagulung Batuaji sempat tiarap setelah didemo warga sekitar. Tapi tidak lama setelah itu, mereka beroperasi kembali.

"Yang saya sesalkan, mereka itu tidak memikirkan dampaknya terhadap warga setempat, asal beroperasi saja. Bahkan, hingga larut malam, warga masih mendengar perempuan tertawa terbahak-bahak," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, panti pijat plus-plus atau memberikan layanan lebih dari sekedar pijat, kebanyakan beroperasi di ruko berukuran sedang maupun besar yang letaknya berdekatan dengan permukiman penduduk.

Mulyadi, warga setempat menyebutkan selama panti pijat tersebut beroperasi dengan benar, maka warga takkan mempermasalahkannya. Namun yang menjadi persoalan, panti pijat tersebut diduga kuat juga memberikan 'layanan lebih' kepada konsumennya.

"Mereka beroperasi sampai malam dan terkadang sering terdengar suara tawa perempuan pemijat di tengah dentuman musik," ujarnya.

Dalam menggaet pelanggan, kata Mulyadi, panti pijat tersebut tidak hanya menawarkan teknis memijat tapi mereka juga menyajikan wanita pemijat yang seksi dan cantik-cantik. Pemijat dengan penampilan yang seksi dan seronok menjadi daya tarik tersendiri bagi pria hidung belang.

Panti pijat tersebut tahu betul bagaimana memanjakan pelanggannya. Misalnya, sebelum memijat, pelanggan ditawari minum dulu, kemudian diajak ngobrol oleh cewek pemijat berpakaian seksi. Setelah sang tamu merasa sudah nyaman, pijat pun mulai dilakukan. (tim)

Share