Senin11182013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Nyawa Jesika Tak Tertolong

Nyawa Jesika Tak Tertolong

TKI Asal Cimahi yang Terdampar di Batam

BATAM (HK) - Setelah kurang lebih sebulan menjalani perawatan di RSUD Batam, Jesika (27), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cimahi Jawa Barat yang dideportasi dari Malaysia ke Batam, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Embung Fatimah Batam, Sabtu (9/3) lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

Jesika tiba di Batam pada 23 Januari lalu dan langsung menjalani perawatan di RSUD Batam, tak bisa bertahan lama karena penyakit yang dideritanya sudah stadium empat. Meski sempat menjalani perawatan khusus di ruang isolasi nomor 23 di RS kebanggaan masyarakat Batam itu, namun tetap saja tak tertolong.

"Kami sudah berusaha maksimal, namun nyawa beliau (Jesika, red) tetap tak tertolong, penyakitnya sudah terlalu parah," ujar salah satu perawat di RSUD Embung Fatimah Batam, kepada Haluan Kepri, Sabtu (9/3).

Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat dan juga Paguyuban Cimahi tempat asal, jenazah wanita malang ini akhirnya dikebumikan pada hari yang sama di TPU Sei Tamiang, Sekupang sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketua Pasundan Provinsi Kepri, Dede Suparman mengatakan, bahwa pihaknya dengan meminta bantuan RSUD Batam dan Dinsos Batam telah berusaha keras memberikan pertolong ke Jesika, namun tetap saja tak bisa diselamatkan.

"Waktu kita temukan terkapar di Pelabuhan Batu Merah, kondisi Jesika sudah tak berdaya," ujar Pria yang akrab disapa Kang Dede.

Setelah mendapat informasi tentang kematian Jesika, lanjut Kang Dede, Paguyuban Pasundan Kepri langsung mengkoordinasikan ke Dinsos Batam, Dinsos Jabar dan Paguyuban Cimahi dimana alamat yang tertera pada paspor korban.

"Kami sudah koordinasikan dengan semua pihak, dan untuk mempercepat proses pemakaman korban disepakati dimakamkan di Batam," kata Kang Dede.

Keputusan diambil, kata Dede, setelah lebih dari sebulan, yakni sejak ditemukan terdampar di Batam pada 23 Januari lalu, pihak Pasundan Kepri telah berkoordinasi dengan Dinsos Jabar dan Paguyuban Cimahi untuk melakukan pencarian keluarga korban. Namun pencarian tak berbuah hasi, keberadaan keluarga korban tak ditemukan.

Selain Dinsos dan Paguyuban Cimahi, kematian dan juga pemakaman korban telah dikomunikasikan dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Pusat. (ays).

Share