BATAM (HK)-- Dinilai lamban penanganan perkara kematian empat bocah yang ditemukan menumpuk di dalam mobil rongsokan merek Subaru di Pasar Cik Puan, Seipanas, Kamis (28/2) lalu, membuat pemuda Indonesia timur dan simpatisan berang. Rencananya, Rabu (12/3) hari ini pemuda Indonesia Timur dan aliansi LSM Kota Batam melakuan aksi damai ke Mapolresta Barelang dan Mapolda Kepri. Mereka menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas kematian empat bocah tersebut.
Tokoh Pemuda Indonesia Timur, Elyas Langodai mengatakan hal itu saat menghubungi Haluan Kepri, Selasa (12/3) malam. Elyas mengatakan aksi yang mereka lakukan bersama LSM ini sebagai rasa simpati kepada keluarga korban. Sebab hingga hari ke 12 sejak mayat keempat bocah ditemukan belum ada perkembangan.
"Kita minta polisi untuk bekerja serius menuntaskan kasus ini karena kematian keluarga kami sesama Indonesia timur ini diduga tidak wajar. Jadi, kami desak polisi untuk memproses kasus ini sampai tuntas," tandas Elyas.
Ia mengatakan kematian empat bocah ini sudah menjadi isu nasional sehingga polisi diminta serius dan berani mengungkapnya sehingga publik bisa tahu.
Senada dengan itu, Wakil Pengurus Persatuan Keluarga Indonesia Timur (Perkit) Kota Batam, Moody Arnold Timisela juga mendesak polisi menuntaskan kasus tersebut. Sebab hingga saat ini belum satupun pelaku yang berhasil ditetapkan sebagai tersangka. Padahal kasus tersebut sudah berlagsung hampir dua minggu.
"Kita akan terus desak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini karena hal ini terkait nyawa anak manusia," ujarnya.
Menurutnya, kejadian ini telah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Untuk itu ia menyatakan organisasi Indonesia Timur akan terus memantau dan mengikuti proses kasus ini hingga tuntas.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Ponco Indriyo mengatkan polisi masih melakukan penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan terus bekerja. Namun sampai hari ini belum ada tersangka yang kami amankan," katanya, Senin (11/3).
Untuk mengungkap kematian misterius ini, kata dia, polisi sudah memeriksa sembilan saksi. Salah satunya adalah saksi seorang wanita yang melihat perempuan yang membawa dua dari empat bocah yang tewas itu menggunakan motor Yamaha Mio.
Ponco menambahkan, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil tim Labfor Mabes Polri yang tempo hari turun langsung mengumpulkan bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami masih menunggu hasil Labfor, karena ini akan disampaikan secara tertulis," ujarnya.
Sekadar mengingatkan, kasus tewasnya empat bocah warga Kampung Durian, Sei Panas, Kamis (28/2) lalu, membuat warga kota ini heboh. Apalagi diketahui Maria Yelsan Fenge (6), Cosmas Ferson (4), Wihelmus Rudi (3) dan Aprileus Ama Mado (5), keempat bocah itu ditemukan di menumpuk dalam mobil rongsokan.
Berbagai dugaan kematian keempat bocah itu berkembang. Pihak keluarga merasa yakin bahwa anak-anak mereka justru lebih dulu dibunuh, kemudian baru diletakkan di mobil rongsokan Subaru Legacy BM 1306 XS.
Sementara itu, hasil penyelidikan sementara polisi, keempat bocah tersebut juga tewas karena kehabisan oksigen saat bermain di dalam mobil rongsokan itu.
Terkait kasus tewasnya keempat bocah ini, beberapa waktu lalu semakin ramai diperbincangkan. Apalagi dikabarkan bahwa polisi sudah menangkap salah seorang pelaku yang diduga telah menghabisi nyawa empat bocah tersebut. Namun hal ini dibantah pihak kepolisian bahwa belum ada satu pun tersangka yang diamankan.
Meski demikian kasus kematian keempat bocah ini turut mendapat perhatian Komnas Perlindungan Anak. Ketua KPAI, Arist Merdeka Sirait yang turun ke Batam beberapa waktu lalu, menduga kuat keempat bocah tersebut tewas dibunuh. Sependapat dengan keluarga korban, ia juga membantah penyelidikan polisi yang menyebutkan bahwa bocah-bocah malang itu tewas lantaran kekurangan oksigen saat bermain di mobil Subaru tersebut.(ulo)
- Pengelola Pijat Plus Pernah Coba Suap Ketua RT
- Ketua DK Belum Tunjuk Pengganti Manan
- BKKBN Kepri Target 41 Ribu Peserta KB Baru
- TPF Segera ke Batam, Selidiki Kematian Empat Bocah di Bengkong
- Polisi Belum Tetapkan Tersangka Terbunuhnya Empat Bocah di Batam
- SKPD Batam Dinilai Hambat Penyelesaian Proyek
- Batam Bersholawat Hadirkan Habib Lutfi
- Jadwal Penerbangan di Batam Semakin Padat



