Hingga memasuki Maret 2013, jumlah peserta KB baru yang ada di seluruh kabupaten/kota di Kepri sebanyak 6.138 atau 14,96 persen untuk semua program KB. Paling banyak jumlah peserta KB baru terdapat di program suntik sebanyak 3.295, progam pil sebanyak 2.086 peserta dan setelah itu diikuti 5 program KB lainnya.
"Kami terus berupaya untuk meningkatkan jumlah peserta KB baru di Kepri. Meski arus migrasi ke Batam tinggi yang terlihat dari laju pertumbuhan penduduk (LPP) saat ini mencapai 7 persen, namun BKKBN akan terus mengejar pasangan usia subur untuk ikut program KB agar LPP bisa ditekan,"ujar Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Bambang Marsudi yang ditemui di kantornya, Senin (11/3).
Untuk menyukseskan program KB di tahun 2013 yang berslogan 'dua anak cukup' yang mengubah slogan di tahun sebelumnya 'dua anak lebih baik', BKKBN Kepri berupaya untuk meningkatkan akses pelayanan, peningkatan pelayanan menjadi standar pelayanan minimal (SPM), kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan meningkatkan koordinasi dengan Badan Keluarga Berencana yang ada di setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) masing kabupaten dan kota di Kepri.
Selain itu, untuk menyukseskan program KB, BKKBN juga mengkaji data demografi di Kepri, data KB dan data tahapan keluarga dengan tujuan bisa merancang program tepat sasaran dan mengetahui data pasti kependudukan di Kepri. Ini, sangat penting karena Kepri ini adalah daerah kepulauan yang memiliki pulau-pulau kecil yang susah untuk dijangkau.
" Kita menginginkan setiap desa atau kelurahan di Kepri ada pelayanan KB gratis melalui Puskesmas atau Posyandu. Untuk memberikan pelayanan di tingkat desa itu, BKKBN sendiri juga mengadakan program melalui program KB kepulauan,"ujarnya. (rml)
- Ombudsman Hadir di Kepri
- Industri Meningkat Seiring Hadirnya Batam Techno Park
- Kabag Keuangan Kota Batam Dituding Tahan Anggaran Panwaslu
- Hasil Otopsi Kematian Empat Bocah di Batam Disampaikan Besok
- Pemuda Timur Demo Polisi Hari Ini
- Kinerja Kepolisian Batam Dipertanyakan
- Labelisasi Halal Harus Ditangani Tiga Instansi
- Nama Ketua DK FTZ Diusulkan ke Presiden



