"Kalau malam biasanya 50 dBA," kata Dendi, Jumat (15/3).
Kebisingan itu baru dari yang dihasilkan industri, belum dari pesawat yang lalu lalang di atas Batam. Setiap hari, banyak pesawat yang lalu lintas di langit Batam, umumnya pesawat internasional dari dan ke Singapura.
Menurut Dendi, laju pesawat di langit Batam menimbulkan kebisingan tersendiri. "Terutama di wilayah Sekupang, Tanjungpinggir, mungkin sangat bising," kata dia.
Ia mengatakan masih perlu pengecekan lagi mengenai tingkat kebisingan terutama di Sekupang.
Beberapa hari lalu, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengeluhkan kebisingan udara yang diakibatkan pesawat terbang dari dan ke Singapura sehingga perlu diadakan kompensasi. Pesawat dari dan ke Bandara Changi Singapura melalui langit Kota Batam. Kencangnya bunyi suara pesawat mengganggu warga di beberapa daerah kota industri itu.
Menurut Gubernur, kompensasi kebisingan lalu lintas udara bisa saja direalisasikan. Namun, harus melihat regulasi dan kesepakatan.
Dalam pertemuan Gubernur Kepri dengan warga Batam, Ferdiansyah mengatakan terganggu suara bising pesawat dari dan ke Singapura. "Bising sekali, karena pesawatnya terbang rendah ketika hendak mendarat," kata dia.
Warga Tiban, Yanti, mengatakan bunyi pesawat sangat mengganggu ketenangan. "Suaranya berisik. Bahkan malam, saat kami istirahat, pesawat lewat, mengganggu tidur," kata dia.
Ia meminta pemerintah Singapura mengalihkan arah pesawat yang hendak mendarat sehingga tidak melalui langit perumahan di Batam. "Ini langit kita. Pesawat mereka besar besar, bising sekali," kata dia. (ant)Share
Newer news items:
- 200-an Pegolf Meriahkan Farewall Dandim 0316 Batam
- RSUD Embung Fatimah Batam Terus Lengkapi Peralatan
- Bapedalda Batam Akan Tertibkan Sumur Bor
- Polda Kepri Buru Pemilik Sabu 8,47 Kg
Older news items:
- Dinilai Tak Wajar, Warga NTT Gelar Ritual
- Dahlan Peduli Pendidikan Agama
- Dewan Minta Master Plant Titik Reklame Digesa
- Peserta FLS2N di Batam Kota 2.600 Siswa



