" Kita menerapkan standar SDM. Untuk kebidanan minimal menguasai APN (Asuhan Persalinan Normal) serta untuk tenaga perawat menguasai BTLS (Basic Trauma Life Support). Kita juga mengadakan kerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta sebagai rujukan lanjutan," ujar Direktur RSUD Embung Fatimah Drg Fadilah Mallarangan, M.Kes, Sabtu (16/3).
Fadilah menyebutkan, saat ini ada kecenderungan masyarakat kurang percaya (distrust) terhadap pelayanan kesehatan yang diselenggarakan instansi pemerintah. Alasannya, karena fasilitas belum memadai dan juga peralatan belum lengkap serta tekhnologinya masih tertinggal. Karena itu, masyarakat yang memiliki penghasilan lebih akan memilih rumah sakit di Singapura dan Malaysia sebagai tempat berobat yang pas untuk dikunjungi.
Sebagai penyedia layanan kesehatan, kata Fadilah, RSUD Embung Fatimah terus berbenah. Apalagi fakta geografisnya RSUD Embung Fatimah berada di perbatasan dan menjadikannya garda terdepan dalam menghadapi persaingan dengan dua negara maju yaitu Singapura dan Malaysia. Ini sangat berpengaruh besar dalam meraih kepercayaan masyarakat Batam khususnya dan Kepri umumnya.
Fadilah juga menyebutkan, Embung Fatimah selain sebagai rumah sakit juga menjadi salah satu pilar penyangga pencapaian visi Pemerintah Kota Batam untuk membangun konsep penguatan Batam di sektor kesehatan. Karena hampir separuh dari penduduk Provinsi Kepri berkumpul di Batam. Artinya, jika mampu menyelesaikan masalah kesehatan di Batam maka dianggap sudah menyelesaikan setengah dari keseluruhan masalah kesehatan di Kepri ini.
" Sebagian penduduk Kepri ini berada di Batam dan ini akan menjadi beban yang signifikan kalau tidak terselesaikan secara maksimal," katanya menjelaskan.
Selain itu, lanjut dia, keberadaan Batam sebagai daerah industri dengan jumlah pekerja yang cukup besar menjadi pasar yang strategis untuk pengembangan rumah sakit. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan strategis pengembangan rumah sakit, terutama untuk kasus gawat darurat yang membutuhkan kecepatan dalam penanganannya.
" RSUD Embung Fatimah sudah memiliki fasilitas trauma center, selain penanganan kasus emergency kita juga mampu melakukan rehabilitas atas traumanya dan ini nantinya memungkinkan rumah sakit ini menjadi rujukan untuk semua pekerja industri di Batam" jelasnya. (rie)
- Baru 50 Persen Infrastruktur di Hinterland Terpenuhi
- Bantuan Bedah Rumah di Batam Disunat
- Harga Bawang di Batam Naik Rp10 ribu
- Kapolda Kepri Sampaikan Hasil Otopsi
- ATB Belum Terima Laporan Pencurian Air di PT Lobindo
- DPRD Desak BP Batam Tuntaskan Masterplan Reklame
- Kebisingan Batam Lampaui Ambang Normal
- Kejari Akan Selidiki Keterlibatan Tersangka Lain



