SAGULUNG (HK) - Pengurus bedah rumah di Kavling Nato, Kelurahan Seilangkai, Kecamatan Sagulung, diduga memotong dana bantuan bedah rumah sebesar Rp500 ribu untuk setiap rumah. Jika ada yang menolak potongan tersebut maka bantuan tahap kedua tidak akan dicairkan.
"Setiap rumah yang mendapatkan bantuan dikenai potongan Rp500 ribu. Dalam bantuan tersebut warga hanya mendapatkan bantuan material saja yang nilainya Rp2,5 juta rupiah," ujar Rambe, warga setempat, kemarin.
Ia mengatakan bila warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah tidak mau dipotong maka pencairan kedua akan distop oleh pengurus bedah rumah. Saat ini sudah ada 31 rumah di Kavling Nato, Kelurahan Seilangkai, Kecamatan Sagulung yang mendapat program bedah rumah.
Selain pemotongan, ibu-ibu di daerah ini juga memprotes program bedah rumah yang menurut mereka banyak yang tidak tepat sasaran. Mereka menilai masih banyak rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan tidak mendapatkan bantuan bedah rumah, sementara rumah yang tidak layak dibantu malah mendapatkan bantuan.
Mantan RW 02 Kavling Nato Parlaungan Siregar mengatakan, mestinya, Ketua RW lebih memprioritaskan warganya yang memang membutuhkan bedah rumah ini. Karena memang sasaran program bedah rumah ini ditujukan untuk rumah-rumah yang tidak layak huni.
" Seharusnya Ketua RW memprioritaskan warganya yang sangat membutuhkan bantuan bedah rumah tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Ketua RW janganlah memilih-milih karena kita memberikan bantuan kepada yang benar-benar membutuhkan," terang Siregar.
Ia mengatakan rumah yang kini ditempatinya sudah lapuk dan tiangnya sudah banyak yang hancur. Tapi tidak mendapatkan program bedah rumah. " Kenapa rumah yang tidak layak dibedah mendapatkan bantuan bedah rumah? Sementara rumah yang sudah lapuk seperti rumah saya tidak dapat. Contohnya, rumah yang ada keramiknya mendapat program bedah rumah, bahkan ada juga rumah yang bertingkat," katanya.
Silitonga warga lainnya, mengatakan pengurus atau tim bedah rumah diduga banyak yang menggunakan data fiktif dan banyak juga warga yang keberatan dengan adanya pemotongan uang bahan bangunan dari panglong yang sudah ditunjuk.
Ketua RW 02 Kavling Nato, Hasan ketika dikonfirmasi soal ini tidak berada di tempat. Menurut istrinya, Hasan sedang bekerja.
Lurah Sei Langkai, Drs Husein yang dihubungi melalui handphonenya mengatakan, akan mengumpulkan tim bedah rumah untuk mengkorscek lebih lanjut informasi yang disampaikan warga tersebut.
"Kita akan melakukan pendataan kembali untuk melakukan sidak ke beberapa lokasi bedah rumah, untuk melihat kelayakan rumah tersebut," ujarnya singkat.(dedi)
- Wawako Batam Bantah Bedah Rumah Tak Tepat Sasaran
- PNS Pemko Batam Keluhkan Lambannya Penyelesaian Asuransi Bumi Asih
- Penyebab Kebakaran PT MGT Batam Segera Diketahui
- Jumlah PSK Di Batam Bertambah 7 Persen
- Polda Kepri Buru Pemilik Sabu 8,47 Kg
- Bapedalda Batam Akan Tertibkan Sumur Bor
- RSUD Embung Fatimah Batam Terus Lengkapi Peralatan
- 200-an Pegolf Meriahkan Farewall Dandim 0316 Batam




