Sejak dilakukan hearing di Komisi I DPRD Batam Januari lalu, hingga kini belum ada titik terang. Bahkan isu yang beredar di kalangan PNS, premi asuransi tersebut, tidak akan kembali dalam waktu dekat ini.
" Ini sudah dua bulan lebih. Katanya satu bulan setelah hearing, sudah ada hasil, tapi nyatanya sampai sekarang tak juga ada, hearing kedua pun tak ada. Jangan-jangan sudah dikondisikan," ujar PNS tersebut yang minta namanya tidak ditulis, kemarin.
Katanya, masalah asuransi tersebut merupakan uang puluhan miliar. Ia pun berpikir bahwa itu memang sangat menggoda, sehingga sengaja diulur-ulur pengembaliannya kepada 6000 PNS se-Batam.
PNS lainya, yang ditemui kemarin juga mempertanyakan hal itu. Dana asuransi tersebut kalau bisa secepatnya dikembalikan.
" Legi kempes ni. Banyak keperluan lagi, saya harap cepatlah diselesaikan. Ini sudah berapa lama, janjinya aja segera-segera," katanya dengan sedikit menahan emosi.
Terpisah, Sekretaris Komisi I DPRD Batam Asrul Askan Sani mengatakan, soal dana asuransi tersebut dari informasi yang diterima pihak Pemko dan Asuransi sudah melakukan pertemuan. Saat ini DPRD tinggal menunggu hasi pertemuan tersebut.
" Kemarin (Senin) rapatnya (antara Pemko Batam dan Asuransi Bumi Asih). Dengan begitu dalam satu atau dua hari ini sudah ada hasilnya, karena mereka mungkin masih di Jakarta. Kemarin orang keuangan telepon saya, bahwa Senin pertemuan," kata Sani.
Dijelaskan dia, atas dasar laporan perkembangan tersebut mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada. Dan Komisi I akan menjadwalkan kembali kapan akan dilakukan hearing.
Ia pun menegaskan bahwa Komisi I tetap komit untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab, masalah tersebut merupakan uang banyak yang harus ditangani.
" Kita akan jadwalkan lagi. Sekarang kita menunggu ketua Komisi I pulang dari acara Lemhanas. Yang jelas komisi I komit untuk menuntaskan ini, secepatnya. Ini uang banyak, puluhan miliar," ujar politis PAN itu (mnb)Share
Newer news items:
- Titik Reklame di Batam Akan Ditata Ulang
- Maret, Suhu Udara di Batam Masih Panas
- Ketua MUI Kepri Sedih Prostitusi Marak
- Produk Impor Harus Lebih Murah 10%
Older news items:
- Kapolda Kepri Sampaikan Hasil Otopsi
- Harga Bawang di Batam Naik Rp10 ribu
- Bantuan Bedah Rumah di Batam Disunat
- Baru 50 Persen Infrastruktur di Hinterland Terpenuhi




