Rabu04172013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Wawako Batam Bantah Bedah Rumah Tak Tepat Sasaran

Wawako Batam Bantah Bedah Rumah Tak Tepat Sasaran

BATAM CENTRE (HK) - Wakil Walikota Batam Rudi,SE, MM membantah bedah rumah di Kavling Nato, Kelurahan Sei langkai, Kecamatan Sagulung, tidak tepat sasaran. Itu setelah ia meninjau langsung ke lokasi, kemarin.
" Itu bantuan semacam peningkatan mutu rumah. Kalau tidak tepat sasaran, tidaklah. Tadi (kemarin-red) saya turun mengecek langsung. Semua layak. Bahkan, ada yang dibantu rumah milik janda. Ini saya foto semua, rumah-rumah yang ada di sana," kata Rudi sambil memperlihatkan foto rumah hasil peninjuannya.

Dijelaskan dia, bantuan berupa peningkatan mutu rumah tersebut berbeda dengan bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). RTLH itu sendiri, langsung dibiayai APBD kota dan provinsi. Sementara peningkatan mutu rumah dibiayai oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Karena itu, layak atau tidaknya warga menerima bantuan tersebut, verifikasinya ada di Kemenpera.

Sementara pihak kelurahan, RT/RW dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) hanya mendata rumah yang layak menerima bantuan disertai dengan foto. Dimana hasilnya disampaikan ke Dinas Tatakota (Distako). Distako yang akan mengirim data tersebut ke Kemenpera. Dengan demikian, lanjut Rudi, pemerintah daerah tidak bisa menentukan siapa yang akan menerima atau tidak.

" Bantuan yang diberikan antara Rp3 juta hingga Rp10 juta. Kita hanya menyampaikan data. Misalnya kalau rumah atapnya atau sengnya bocor atau dindingya. Tadi saya cek seperti itu. Jadi ini berbeda dengan bedah rumah (RTLH), beda cerita,"ujar Rudi.

Dalam kesempatan itu, Rudi pun meminta kepada masyarakat, untuk tidak langsung menuduh apalagi belum mengetahui permasalahan dan prosesnya. Sehingga masyarakat pun tidak salah kaprah. Informasi yg tidak valid dan tidak ada barang bukti, harus dikroscek dulu jangan sampai ada gejolak.

Mengenai tuduhan adanya pemotongan uang tersebut, Rudi juga membatah. Bahkan sesuai dengan hasil laporan warga, pemakaian semua sudah tepat.

" Semua sudah tepat. Jadi, saya minta masyarakat sabar. Kalau belum dapat tahun ini, nanti mudah-mudahan masuk di tahap selanjutnya. Untuk tahap pertama ini ada 700 rumah yang mendapat bantuan, besarannya berbeda, tergantung kerusakannya. Sekarang ini saya sudah minta ke pak lurah untuk mendata semua (rumah yang butuh bantuan peningkatan), dalam waktu tiga bulan kedepan. Yang belum dapat kita akan ajukan," kata Rudi.

Dijelaskannya, laporan dari lurah itu paling lambat ia terima pada 1 Juni mendatang. Kalau sudah masuk akan dikirim. Selama ini, rata-rata kendalanya bagi warga, ada juga yang ditemukan antara alamat KTP tidak sesuai dengan alamat rumah.

Sebelumnya, pengurus bedah rumah di Kavling Nato, Kelurahan Seilangkai, Kecamatan Sagulung, diduga memotong dana bantuan bedah rumah sebesar Rp500 ribu untuk setiap rumah. Jika ada yang menolak potongan tersebut maka bantuan tahap kedua tidak akan dicairkan.

"Setiap rumah yang mendapatkan bantuan dikenai potongan Rp500 ribu. Dalam bantuan tersebut warga hanya mendapatkan bantuan material saja yang nilainya Rp2,5 juta rupiah," ujar Rambe, warga setempat.(mnb/cw71)

Share