Kadisparbud Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, meski saat ini belum ada laporan yang diterima soal promo paket tersebut di Batam, namun ini perlu diwaspadai, jangan sampai tertipu. Meski diakui penjualan online tidak semuanya bohong, namun sebagai calon konsumen harus teliti, teruma tiket pesawat dan paket wisata.
"Kita saat ini sedang membangun dunia parawisata kita. Jangan sampai tercoreng dengan hal-hal seperti itu. Karena kita minta masyarakat, untuk jeli dan hati-hati dalam menerima tawaran tiket murah atau paket-paket wisata secara online. Harus dilihat kebenarannya, agent atau biro perjalanan tersebut. Memang tidak semua penjualan online itu bohong, tapi itu tadi harus jeli, jangan begitu mudah tergiur dengan harga murah,"kata Yusfa, kemarin.
Banyak penawaran tiket dan paket wisata secara online. Itu penipuan yang banyak memakan korban ditempat lain. Dengan demikian, lanjut Yusfa, jangan sampai terjadi dan menimpa masyarakat Batam.
Penipuan yang terjadi sekarang dinilai lebih pintar. Dimana, saat tiket dipesan, disebutkan ready stok, dan akan diproses. Saat konsumen mengiyakan, dan uang sudah ditansfer, tapi tidak pernah diconfirm.
"Ketika dicek, memang ada nama kita, tapi tidak diconform ke maskapai. Kalau nama saat dibooking memang ada nama kita, tapi setelah uang dikirim, tak di konform ulang,"katanya.
Dia menyarankan, agar warga memesan tiket ke agen travel resmi. Termasuk yang masuk anggota ASITA.
Ditempat sama, Sekjen ASITA Kepri, Andika Lim, mengakui, belakangan banyak penjualan yang tidak jelas. Di Tanjunginang ada salah seorang warga yang tertipu hingga belasan juta karena penjualan online. Makanya harus jelas, kalau mau usahakan ketempat terdekat saja.
"Tapi memang tidak semua yang seperti itu. Kalau membeli tiket, ke agen yang sudah memiliki kantor dan kalau paket wisata bisa yang beranggotakan Asita, akan lebih jelas," kata Andika.
Saat ini di Batam, agen tiket dan travel di Batam ada 100-an. Namun yang menjadi anggota ASITA aktif, ada 61 perusahaan ditambah enam agent Tanjungpinang. Karena itu, Andika menghimbau anggota ASITA, memasang logo assosiasi di papan nama kantor dan iklan dikoran. (mnb)
- Kendala Pembangunan Daerah Perbatasan Diungkap Komite DPD RI
- Siswa SMP di Batam Adu Jotos
- Karyawan Rumah Makan di Batam Gantung Diri
- Sumur Bor Pasar Melati Bakal Ditertibkan
- Produk Impor Harus Lebih Murah 10%
- Ketua MUI Kepri Sedih Prostitusi Marak
- Maret, Suhu Udara di Batam Masih Panas
- Titik Reklame di Batam Akan Ditata Ulang




