Minggu05262013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Perkit Sampaikan Fakta ke Presiden

Perkit Sampaikan Fakta ke Presiden

Lanjutan Empat Bocah

BATAM CENTRE (HK) - Tak puas dengan hasil penyelidikan Polresta Barelang, atas kematian empat bocah yang ditemukan menumpuk di mobil Subaru Legacy, Kamis (28/2) lalu, Persatuan Keluarga Indonesia Timur (Perkit) Provinsi Kepri dan juga PK NTT Kepri akan bertolak ke Jakarta untuk menyampaikan fakta ke Presiden RI.

" Kami akan ke Jakarta untuk menyampaikan fakta ke presiden," ujar Ketua Perkit Kepri, H Abdul Karim ke Haluan Kepri, Minggu (24/3).

Selain ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tim yang berangkat mencari keadilan di Jakarta juga akan ke Mabes Polri, ke Kompolnas, ke Komnas Anak, Komnas Perlindungan Anak (KPA) dan sejumlah instutusi penting lainnya.

Sejumlah fakta yang dimaksudkan Pak Karim, diantaranya terkait penemuan baju korban yang ditemukan terpisah dengan korban. Kemudian adanya kejanggalan penyampaian hasil otopsi korban yang tidak dikomunikasikan dengan keluarga korban sebelum disampaikan ke publik.

"Kita juga mempertanyakan kenapa hasil otopsi disampaikan tanpa di dampingi keluarga korban," katanya.

Selanjutnya, kejanggalan kesimpulan awal Kapolda yang disampaikan paska sehari kejadian, dimana disebutkan kalau keempatnya mati lemas. Padahal waktu itu belum ada hasil penyelidikan dan juga hasil otopsi dari dua tim forensik yang diturunkan.

"Kesimpulan awal Kapolda, karena kita nilai terlalu prematur," tegasnya.

Ditambahkan oleh salah satu keluarga korban, Elliyas Langoday, bahwa fakta yang akan disampaikan ke Presiden dan juga pejabat lainnya, merupakan hasil investigasi yang dilakukan oleh keluarga korban terkait kematian keempatnya.

"Semua fakta ini sudah kita disusun oleh tim investigasi bentukan keluarga," terangnya.

Semua ini dilakukan, lanjut Elliyas, sebagaia upaya memberikan presure ke pihak kepolisian untuk dapat segera menuntaskan kasus ini.

Ketika ditanya kapan akan berangkat ke Jakarta? secara diplomatis Elliyas menjawab dalam beberapa hari ini. (ays).

Share