Namun, untuk membangun pelabuhan penumpang antar pulau di kawasan itu tidak bisa dilakukan di Pulau Galang Baru, melainkan di Pulau Galang, karena kawasan tersebut merupakan areal konservasi terumbu karang.
" Di ujung Pulau Galang Baru, sampai Pulau Abang itu adalah Coremap untuk melestarikan terumbu Karang. Jadi, kalau membangun harusnya di Pulau Galang. Bedanya sekitar setengah jam saja. Kalau dari ujung Galang Baru ke Lingga sekitar satu setengah jam, kalau di Galang sekitar dua jam lah menggunakan kapal," jelas Ahmad Dahlan, kemarin.
Dikatakan dia, jarak tempuh untuk mempercepat Batam-Lingga dengan waktu dua jam tidak begitu lama, jika dibandingkan ke Tanjungpinang yang memakan waktu sekitar empat jam. Menurut Dahlan, kalau di Galang Baru, tidak bisa dilewati kapal ferry dengan beban tertentu.
Perairan di ujung Galang Baru merupakan kawasan konservasi terumbu karang dengan luas mencapai 66.867 hektare yang mencakup perairan Pulau Mubud, Pulau Abang, Pulau Nguan, Pulau Karas dan Pulau Petong. Area konservasi tersebut dikhawatirkan akan rusak apabila banyaknya kapal-kapal yang berlalu-lalang.
" Dulu sudah ada pelabuhan di sana, karena tidak ada izin makanya kita hentikan,tapi memang tidak boleh dilalui kapal dengan ukuran tertentu. Namun yang jelas, untuk menghubungkan itu sangat bagus. Saya pernah ke Lingga lewat sana,"jelasnya. (mnb)
- PLN Batam Tak Tertarik Bangun PLTSa
- Batam Bakal Punya Kebun Raya
- BNNP Kepri Tangkap Johan di Diskotek
- Kelulusan Try Out SD, SMP, SMA dan SMK di Batam Capai 70 Persen
- Pengusaha Keluhkan Pungli di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur
- Disdik Kota Batam Gelar Bimtek LPj Dana BOS
- Disdik Kota Batam Sulit Data Anak Putus Sekolah
- Perkit Sampaikan Fakta ke Presiden




