Jumat05172013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Bedakan Pelamar, Pencaker Protes PT Epson

Bedakan Pelamar, Pencaker Protes PT Epson

MUKAKUNING (HK) - Ratusan pencari kerja (pencaker) memprotes sikap PT Epson yang dinilai membeda-bedakan pelamar saat membuka lowongan kerja di Community Center (CC) Batamindo, Mukakuning, Kamis (28/3) sekitar Pukul 11.00 WIB.

Para pencaker tersebut menilai, PT Epson hanya menerima pekerja dari suku tertentu, sementara suku lain yang tidak diinginkannya tidak diterima. Mereka yang tidak diinginkan akan langsung disuruh pulang, meskipun berkas lamarannya lengkap.

Para pencaker yang sudah lama menunggu kemudian berteriak-teriak melihat sikap manajemen PT Epson. Mereka meminta PT Epson memperjelas rekrutmen karyawan dan tidak membeda-bedakan suku para pelamar.

Salah seorang pencari kerja Lestari Siahaan (18) mengaku kesal dengan PT Epson yang dinilai diskrimatif. Ia langsung disuruh pulang oleh pihak PT Epson tanpa melihat berkas lamarannya lengkap atau tidak.

" Saat dipanggil interview, saya langsung disuruh pulang. Padahal belum ditanya apa pun. Saya tidak terima dengan alasan yang tidak jelas itu," ujarnya dengan nada kesal kepada manajemen PT Epson.

Pencari kerja lainnya, Masta Tambunan menambahkan, mestinya PT Epson melihat dulu lamaran para pencari kerja tersebut. Jangan langsung dipulangkan lamarannya, dilihat dulu dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Under Manager PT Epson, Widya yang turun langsung ke CC menjelaskan, PT Epson tidak pernah membeda-bedakan suku calon karyawannya. Semuanya sama-sama mencari pekerjaan. Karena itu, ia langsung turun tangan meluruskan permasalah ini.

" Perusahaan tidak yang membeda-bedakan suku. Semua kita tampung sesuai dengan kemampuan pelamar dan harus mengikuti prosedur yang ada di perusahaan. Jadi, jangan menyebarkan isu-isu yang tidak benar apalagi menyangkut SARA. Itu salah total." jelas Widya.

Humas Batamindo Andi Mapisangka mencoba meredakan ketegangan antara pencaker dan pihak PT Epson dengan cara mediasi mereka di kantornya di gedung Batamindo.

" Sebenarnya hanya kesalahpahaman saja antara penerima lamaran dengan calon pekerja itu. Isu membeda-bedakan itu langsung melebar hingga suasana menjadi panas. Kemudian, para pencari kerja lainnya terpancing dan sempat mengamuk. Tapi sekarang sudah aman. Tidak usah diperpanjang lagi," ujar Andi. (cw71).

Share