BATAM (HK)- Komandan Kodim (Dandim) 0316 Batam Letkol Czi Ahmad Rizal Ramdhani berpamitan dengan masyarakat Batam. Hari ini, Rabu (3/4), Rizal akan menyerahkan tongkat komandonya kepada Dandim 0316 Batam yang baru, Letkol Arh Harvin Kidingallo, mantan Danyon Arhanudse Kodam Jaya. Serah terima jabatan akan dilaksanakan di Makodim 0316 Batam.
Banyak cerita dan pengalaman yang dilalui. Menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0316 Batam selama kurang lebih 1 tahun 4 bulan (16 November 2011-3 April 2013), bagi Letkol Czi Ahmad Rizal Ramdhani merupakan satu pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan.
Pasalnya, keberadaan Kodim Batam yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia merupakan tantangan tersendiri. Karena sekecil apapun kejadian menyangkut keamanan, maka akan berdampak langsung pada citra keamanan di Indonesia.
"Pengalaman sekaligus tantangan yang tak terlupakan, karena Batam miniaturnya Indonesia," ujar Letkol Ahmad Rizal Ramdhani kepada Haluan Kepri, Selasa (2/4).
Lanjutnya, selain itu, keberadaan Batam yang dihuni oleh hampir seluruh suku di Indonesia, juga memberikan pengalaman tersendiri dalam upaya menjaga kota metropolitan ini agar tetap aman, tentram dan kondusif sehingga tetap menjadi kota pilihan untuk berinvestasi.
Ditemui disela-sela menjalankan tugas akhirnya di Makodim Batam, Lulusan Akmil tahun 1993 ini mengungkapkan lebih jauh terkait kiat dan strateginya dalam upaya menjalankan amanah sebagai pucuk pimpinan di tubuh TNI AD di Batam.
Kiat pertama, menurutnya, yakni peka terhadap setiap indikasi permasalahan yang muncul di lapangan, dan sedini mungkin dapat melakukan upaya preventif sebelum kasus tersebut meluas. Karena bila terlambat, maka tidak menutup kemungkinan kasus tersebut jadi barometer negara tetangga untuk mengukur skala keamanan kita.
Kedua, cerdas, tanggap dan cepat dalam mengambil tindakan di lapangan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. Di sinilah penting membangun hubungan harmonis dengan semua pihak.
Kiat ketiga, lanjut ayah dua anak ini, yakni berlaku bijak dalam mengambil keputusan agar tidak berdampak pada masyarakat. Karena kemajemukan etnis inilah, maka dituntut harus bijak mengambil satu tindakan dalam sebuah persoalan.
"Keempat, luwes dan fleksibel dalam bergaul di tengah-tengah masyarakat," kata Rizal.
Kesan pertama yang tak terlupakan, kata dia, saat hari pertama menjalankan tugas ia langsung dihadapkan dengan kondisi Batam yang sedang digoyang demo buruh.
"Kerusuhan buruh jadi pengalaman pertama. Karena dukungan semua pihak, Alhamdulillah bisa diredam sebelum benar-benar meluas," ungkap Suami Kirana Eko Putri ini.
Kodim Terbaik se-Kodam I/BB
Sebagai Kodim yang berada di perbatasan dan memiliki masyarakat yang majemuk, keberadaan Kodim Batam dituntut untuk terus meningkatkan kualitas personilnya. Dan sudah tentu tanggung jawab itu menjadi amanah di pundak Letkol Czi Ahmad Rizal Ramdhani.
"Tanggung jawab saya, melakukan pembenahan ke dalam dan keluar. Dalam upaya pembenahan internal saya melaksanakan pembinaan satuan secara menyeluruh, utuh dan profesional," terangnya.
Alhasil, dalam kepemimpinanan, Rizal sukses menjadikan Kodim Batam sebagai Kodim terbaik dalam pembinaan satuan di jajaran Kodam I Bukit Barisan. Dan atas prestasi tersebut, ia dan jajarannya mendapatkan penghargaan langsung dari Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus.
"Kami patut bersyukur, atas kerja sama jajaran saya, kami tampil sebagai Kodim terbaik pembinaan satuan," ujar pria yang sarat pengalaman ini.
Sementara itu, untuk pembinaan keluar khususnya dalam membangun hubungan Kodim dengan semua kalangan, lanjut Rizal, Kodim Batam berkiprah dan bahu membahu dengan masyarakat, pemerintahan Batam dalam upaya menciptakan situasi dan kondisi Kota Batam yang kondusif dan madani.
Di antara kegiatan yang dilakukan, penyelesaian permasalahan perburuan yang meruapakan konflik horizontal, aktif pertemuan rutin dengan paguyuban, melakukan pelatihan penanggulangan bencana alam dalam upaya mempersiapkan tenaga relawan yang siap membantu masyarakat sewaktu-waktu dibutuhkan.
Dalam upaya mewujudkan Batam yang rindang, Ahmad Rizal memprakarsai pelaksanaan pelatihan pembibitan tanaman buah dan sayur, kemudian melakukan penanaman sejuta pohon serta goro tempat Ibadah.
"Kami selalu menempatkan diri untuk selalu ikut ambil bagian dalam membangun Kota Batam," katanya lagi.
Pamit Undur Diri
Di sesi akhir, Letkol Czi Ahmad Rizal Ramdhani secara pribadi dan juga atas nama jabatannya, menghaturkan permohonan maaf sebesar-besarnya bila ada tutur kata dan tingkah laku yang kurang berkenan kepada semua pihak.
Sekaligus ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung keberadaannya selama ini, baik secara pribadi maupun atas nama jabatannya. Sehingga selama kurun waktu bertugas seluruh tanggung jawabnya dapat terselesaikan dengan baik.
"Mohon doanya, semoga tugas baru sebagai Pabandya Bin Apintel Ipamad Mabes AD dapat terlaksana baik," ujar pria kelahiran Jakarta, 1970 silam.
Hubungan yang baik, menurut Rizal, tidak terbatas oleh waktu dan ruang. Dan karenanya ia mengajak muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, media dan pengusaha di Batam untuk dapat bekerjasama secara baik dengan Letkol Arh Harvin Kidingallo.
"Hubungan yang baik kiranya bisa terbangun sampai akhir hayat," tutup Ahmad Rizal. (ays)
- Juni, Ratusan Ruli di Batam Digusur
- Soerya Ajak Berantas Narkoba di Kepri
- RSBK Cari Win-win Solution
- Pemko Batam Targetkan Proyek Lelang Selesai Juni
- Polda Kepri Tangkap Kurir Sabu di Batam
- Taksi Bandara Hang Nadim Batam Terapkan Tarif Baru
- Jalan Tanjung Uma Batam Akan Diperlebar
- Tuntut Gaji Sesuai UMK, Karyawan PT PSS Mogok




