Sabtu04062013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Narkotika Jenis Baru Masuk Indonesia

Narkotika Jenis Baru Masuk Indonesia

NONGSA (HK) - Dari 251 Narkotika jenis baru yang beredar di dunia, 14 diantaranya telah beredar di Indonesia. Efek yang ditimbulkan dari penggunaan narkotika jenis baru tersebut hanya bersifat stimulan. Karena, selain kadarnya, komposisinya tidak ada yang berbeda.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar saat kunjungan kerja di BNNP Kepri, Selasa (2/4).

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada 4.000 000 pengguna narkotika di Indonesia. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang dan status sosial. Di Kepri sendiri, jumlah pengguna narkoba mencapai 21.000 orang.

" Pada umumnya Narkotika dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui Batam sebagai kota transit pengiriman,"terangnya.

Menurut dia, untuk Kepuluan Riau pintu masuknya cukup panjang, sehingga pihaknya meminta bantuan kepada seluruh masyarakat apabila memiliki informasi adanya narkotika yang masuk ke Indonesia, khusunya Kepri bisa langsung melaporkan ke BNNP atau kepolisian.

" Batam menjadi tempat transit Narkotika. Karena itu, kita memperkuat interdiksi seperti dipintu-pintu masuk pelabuhan-pelabuhan resmi,"terangnya.

Pusat rehabilitasi pengguna Narkotika yang akan dibangun di Kepri pada tahun ini merupakan nomor dua terbesar di Idonesia setelah Lido di Sukabumi. "Iya untuk di Kepri nomor dua terbesar di Indonesia setelah Lido di Sukabimi,"terangnya.

Menurut dia, saat ini di Indonesia sudah ada empat pusat rehabilitasi pengguna narkotika yang telah dibangun oleh BNN.

" Di Kepri merupakan pusat rehabilitas ke empat yang dibangun. Anggarannya sebesar Rp50 miliar untuk pembangunan rehabilitas di Kepri dan tahun ini ditarget sudah mulai dibangun,"terangnya.

Pihaknya juga mendorong kepada para bupati/walikota untuk ikut membangun tempat-tempat rehabilitasi di kotanya masing-masing. Ini gunanya untuk menampung warganya yang menjadi pencandu narkoba.

Selama ini pengguna narkotika tidak bisa pulih dengan sendirinya, tapi harus dibantu oleh masyarakat, handai taulan, keluarga. dan juga tempat-tempat rehabilitasi.

Optimis Bebas Narkotika 2015


Kepala BNN optimis, tahun 2015 Indonesia terbebas dari Narkoba. 2015 merupakan tahun pencanangan Asean termasuk Indonesia bebas dari narkotika. Tapi yang terjadi pada saat ini jumlah pengguna narkotika terus meningkat.

" 2015 merupakan tahun pencanangan bebas narkotika di Asean termasuk di Indonesia. Tapi data kita bukan turun tapi malah naik pengguna narkotika,"terangnya.

Namun ia tetap optimis hal tersebut bisa tercapai asalkan adanya peranan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Saat ini bisa menahan laju peningkatan jumlah pengguna narkotika sudah bagus.

" Bisa menahan saja laju penggunaan narkotika itu saja sudah bagus,"terangnya.

Menurut dia, tempat yang paling banyak dijadikan lokasi peredaran nakotika adalah diskotik-diskotik. "Diskotik itu lah tempat penggunaan narkotika. Yang tidak pernah ke diskotik tidak pernah mengkomsusi narkotika,"terangnya.

Peredaran narkotika dunia yang berasal dari Negeria untuk masuk ke Asia melalui Malaysia. Dari Malaysia baru lah dikirim kembali ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

" Masuk ke Asia mereka melalui Malaysia yang barangnya dari Negeria. Peredaran narkotika dari Malaysia banyak melalui Batam. Pengalaman sudah membuktikan untuk masuk ke Indonesia,"terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Granat Kepri Syamsul Paloh mennagatakan, hanya sebuah hayalan Kepri bebas dari narkotika tahun 2015 mendatang. Karena di sini pemerintah sudah dianggap gagal sebagai institusi dalam konteks penanggulangan narkotika di Kepri ini.

" Pencegahan dianggap gagal, apalagi pemberantas juga dianggap gagal,"terangnya.

Dia juga menambahkan, kerja ekstra hingga tahun 2015 tidak mungkin bisa Kepri bebas dari narkotika, ada beberapa sistem yang perlu diperbaiki.

" Sekarang ada transaksi hukuman mati. Dari hukuman mati menjadi human tidak mati. Ini siapa yang memberikan selain pemerintah,"terangnya. (jua)

Share