Selasa04092013

Last update12:00:00 AM

Back Batam RSBK Cari Win-win Solution

RSBK Cari Win-win Solution

Pemutusan Hubungan Kerjasama Jamsostek

SERAYA (HK) - Manajemen Rumah Sakit Budi Kemulian (RSBK) masih mencari win-win solution (jelan tengah) terkait Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) pasca pemutusan kerjasama antara PT Jamsostek Cabang Batam I dengan RSBK. Pemutusan kerjasama dilakukan PT Jamsostek tiga hari lalu.

" Kami masih mencari win-win solution," ujar Ketua Badan Pertimbangan Yayasan Budi Kemulian, dr Ismanto Soemantoro SpB kepada sejumlah wartawan, Rabu (3/4).

Karena itu, pemilik kartu Jamsostek belum bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di RSBK. Sementara beberapa pasien yang sudah terlanjur berobat di RS yang terletak di Seraya tersebut, masih diperkenangkan untuk meneruskan pengobatannya hingga diperbolehkan pulang.

Meski demikian, atas dasar untuk memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat, hingga kini Management RSBK Batam masih membuka jalan perundingan dengan PT Jamsostek.

Ismanto mengungkapkan, pihaknya bukan menolak bekerjasama denga PT Jamsostek, tetapi pihak RSBK Batam masih mempelajari dan juga menghitung sejauhmana sistem pembayaran secara paket bisa masuk dalam kalkulasi biaya mereka.

" Sebagai RS swasta, kami harus menghitung secara cermat sistem pembayaran paket yang ditawarkan," katanya.

Sementara masih proses menghitung, lanjutnya, pihak PT Jamsostek Cabang Batam I tiba-tiba memutuskan hubungan kerjanya terhitung 1 April 2013 dan pihak RSBK diminta untuk tidak lagi menerima pasien Jamsostek.

" Pada dasarnya kami tidak pernah menolak pasien Jamsostek, kami hanya menjalankan permintaan Jamsostek untuk tidak lagi menerima layanan peserta Jamsostek," tegasnya.

Pihak RSBK mengakui bahwa sebelum masuk sistem pembayaran secara paket, dulu terjalin kerjasama yang baik dengan Jamsostek. "Dulu kita menggunakan sistem pembayar fee for service," dipertegas oleh Direktur RSBK, Dr Dindin H Hadim Sp PD Finasim

Menurut dia, dengan aturan baru ini mereka cukup dibingungkan, karena 42 paket pelayanan mempunyai batas maksimal pemakaian. Padahal, bisa saja dalam satu penyakit yang ditangani, akan memunculkan penyakit lain yang memerlukan pelayanan tambahan.

" Sampai detik ini masih ada 6 paket yang belum disepakati," kata Dindin lagi.

Di sesi akhir, pihak RSBK menegaskan bahwa mereka masih terus menjajaki kelanjutan kerjasama dengan Jamsostek, hal ini dilakukan sebagai upaya memfasilitasi kurang lebih 135 pasien yang datang berobat setiap harinya. (and/ays)

Share