“ Mungkin saja ada yang berkomentar, persoalan perdagangan narkotika merupakan fenomena global yang mengancam setiap negara. Namun, kita semua harus sepakat agar peredaran narkoba ini diminimalisir dan diberantas mulai dari Kepri,” kata Soerya saat membuka rapat koordinasi antar instansi aparat penegak hukum dalam rangka P4GN (Pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di wilayah Kepri di Aula Hang Tuah, Polda Kepri, Batam, Rabu (3/4).
Selama ini, sambung Soerya, kasus penangkapan pengedar dan pemakai narkotika seperti tidak habis-habisnya. Sementara arus penyelundupan obat terlarang itu cenderung meningkat. Namun dampak perdagangan narkotika dapat terbaca di level permukaan dimana korban terus berjatuhan.
“ Akan sangat memprihatinkan jika masa depan Kepri rusak akibat dari Narkoba ini. Untuk itu, lewat rakor ini diharapkan dapat dihasilkan komitmen dan solusi bersama memberantas narkoba,” harap Soerya.
Wagub menambahkan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas dari Pemerintah dan lembaga penegak hukum saja. Akan tetapi melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Untuk melibatkan masyarakat, tentu dibutuhkan koordinasi secara terintegrasi. “Untuk melakukan upaya tersebut perlu dijalankan secara simultan melalui serangkaian kegiatan yang merangsang kreatifitas masyarakat dalam membentengi diri terhadap ancaman narkoba,” papar Soerya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kapolda Kepri, Brigjen Pol Yotje Mande, Dir 4 Bareskrim Kombes Anan Iskandar dan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kepri dan Kota Batam. (r)
- Wawako Buka Batam Nasional Expo 2013
- Warga Kampung Jabi Ancam Bakar Alat Berat
- Pemilik Sumur Bor Pasar Melati Bisa Dijerat Pasal Berlapis
- Disparbud Batam Diduga Terima Setoran
- Letkol Czi Ahmad Rizal Sertijab Hari Ini
- Bulan Ini Asuransi Bumi Asih Dicairkan
- Pendaftaran Calon Advocat Diperpanjang
- Narkotika Jenis Baru Masuk Indonesia



