Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Said Indra Abdullah mengatakan, dari pengamatan yang mereka lakukan selama turun ke lapangan, banyak guru agama, yang sudah mengabdi belasan tahun, namun tidak pernah diangkat menjadi PNS
Oleh sebab itu, pihaknya akan merekomendasikan agar pemerintah daerah maupun pihak Kemenag, untuk lebih memprioritaskan mereka saat pengangkatan PNS melalui tenaga honorer mendatang.
" Saya memperkirakan, di Batam hampir 75 Persen guru agama,kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Maksud saya itu, dalam hal pengangkatan PNS melalui tenaga honor. Bahkan, sudah ada yang mengabdi 15 tahun, inikan kasian juga. Maka nya kita akan memberikan rekomendasi agar ini menjadi perhatian, baik Disdik maupun Kemenag," kata Said Indra, kemarin.
Dijelaskann dia, untuk pengangkatan menjadi PNS memang melalui mekanisme yang berlaku. Mulai dari jenjang pendidikan, lama mengabdi dan berbagai pertimbangan lainya. Namun perhatian itu, seakan tidak ada bagi guru agama. Makanya, harus ada perhatian lebih itu. Sebab, kata Said, hal itu dirasa sangat perlu, sebab ajaran yang disampaikan dapat membentuk karakter siswa.
Ia juga mengatakan, bukan permasalahan guru agama saja. Ini juga berlaku kepada guru lainya yang sudah mengabdi lama. Apalagi usianya sudah tidak mudah lagi. Pihaknya memberikan perhatian lebih kepada guru agama, karena guru tersebut yang selama ini hanya sedikit terangkat.
" Kita juga akan memberikan rekomendasi ke Disdik, untuk guru lain. Tapi, karena guru agama yang banyak menghonor tidak diangkat menjadi PNS, makanya ini menjadi fokus kita," ujar Said, yang didampingin Alimun As, selaku Anggota Dewan Pendidikan Batam.
Permasalahan tersebut, kata Said, juga akan disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) yang dilakukan Sabtu (6/4) ini. Nanti kepada peserta raker yang hadir, Dewan Pendidikan akan menyampaikan berbagai macam program, kemudian yang hadir dapat melakukan masukan atau kritikan dan bisa menyampaikan program lainya.
"Jadi besok (hari ini-red) kita akan melakukan Raker di Hotel Vista. Semua program akan kita sampaikan, ke peserta yang hadir," katanya.
Alimun As menambahkan, untuk peserta Raker berjumlah 60 orang. Dengan rincian, 32 orang perwakilan Komite, 3 orang dari Disdik, dua orang dari BNPS (Badan Musyawarah Pendidikan Swasta) , tiga dari Kemendag, perwakilan PGRI, kemudian kepala sekolah 1 orang, dari perwakilan SD, SMP dan SMA. Dan tentunya 10 orang Dewan Pendidikan Batam.
" Raker agak unik sedikit. Program kita lemparkan. Kemudian kita diberi masukan. Kita rencananya minta pandangan dan minta masukan. Program tersebut tentu tidak akan jauh dengan tugas kita, baik memberi masukan, pantauan dan memberi pertimbangan," kata Alimun. (mnb)
- FKPPI Harus Jadi Pemersatu Bangsa
- Membuat Robot
- Bisnis Frianchise Mie Hot Plate Singapura di Batam
- LPK Aji Jaya Dilatih oleh Instruktur Berpengalaman
- Disparbud Batam Diduga Terima Setoran
- Pemilik Sumur Bor Pasar Melati Bisa Dijerat Pasal Berlapis
- Warga Kampung Jabi Ancam Bakar Alat Berat
- Wawako Buka Batam Nasional Expo 2013



